Musim panas memasuki minggu terakhir dan musim gugur akan tiba sebentar lagi. Sehun sedang melakukan beberapa kegiatan dalam bidang pemotretan dan iklan. Syuting filmnya akan ditunda sampai masalah Minah selesai. Desas desus yang Sehun dengar, Minah dipecat menjadi penulis naskah drama dan permasalahan hak kepemilikan naskah sedang menjadi perbincangan dan pembahasan. Diketahui juga akhirnya Minah memiliki gangguan pada neuron di otaknya, yang mengakibatkan dia tidak bisa berpikir dengan baik, tapi tidak mau kehilangan pekerjaannya sebagai seorang penulis.
Permasalahan panjang yang Sohyun rasakan akhirnya selesai. Begitupun dengan Sohyun, gadis itu sedang sibuk menulis untuk mengikuti event yang diselenggarakan oleh Moody, grup penulis terkenal favoritnya. Selain itu, ia mendapatkan kembali hak cipta dari naskah drama yang pernah ditulis oleh Minah. Produser Wang pun meminta Sohyun untuk menjadi penulis utama dari drama The Chaser. Sohyun pun tetap mengirimkan naskah dan menyiapkannya kepada Sutradara Lee dan rekan lainnya, tapi ia tidak bisa terlalu fokus ke sana karena ia sedang sibuk dengan urusan lainnya.
Kembali lagi kepada Sehun, pria itu baru saja menyelesaikan kegiatannya hari ini. Sesekali ia menggerakan lehernya karena kaku untuk pemotretan majalah dan juga iklan.
"Sehun," panggil Junmyeon sembari menghampiri pria itu, "Kau diminta datang oleh Nami ke gedung agensi sekarang."
Sehun mengernyitkan dahinya, "Kenapa?"
"Aku tidak tahu. Tapi ia menyuruhku untuk mengantarkanmu ke sana," jawab Junmyeon. Sehun pun menghela nafasnya kemudian ia menganggukkan kepalanya. Ia tidak tahu ada apa Nami memintanya untuk datang karena mereka tidak membuat janji sebelumnya.
Setelah selesai dari proses pemotretan yang panjang dan melelahkan bagi Sehun, mereka pun berangkat menuju gedung agensi. Junmyeon lebih suka menunggu Sehun di kafe yang ada di sebelah gedung agensi daripada mengikuti pria itu. Ia tahu Sehun butuh waktu sendiri jika sudah berada di gedung agensi, apalagi jika itu menyangkut urusan tari dan menyanyi untuk pria itu.
Sehun pun memutuskan untuk masuk ke ruang latihan kecil, tempat biasa ia masuki. Ruang latihan ini entah mengapa khusus digunakan untuk Sehun karena hanya selalu Sehun yang masuk ke ruangan ini. Jarang sekali ia melihat trainee atau idol lainnya menggunakan ruangan ini sebagai tempat latihan mereka.
Ruangan ini sebenarnya cukup menyenangkan. Terlihat lebih terang karena dindingnya terbuat dari kaca dan menghadap langsung ke pemandangan kota Seoul. Sehun kemudian mendudukkan dirinya sendiri di sana, sembari menatap pemandangan itu.
Tiba-tiba ia teringat pada Irene. Ah... tempat ini juga tempat untuk mereka bertemu saat mereka masih pacaran. Kenyataannya sekarang ia harus sering masuk ke ruangan yang membuat memorinya terus terngiang, membuat Sehun menghela nafasnya kasar.
"Sudah lama menunggu?"
Pria itu menoleh ke balakang, dan muncullah Nami. Seperti biasa, rambut yang diikat ke belakang, dengan baju kaus kebesaran serta celana besar yang biasanya digunakan untuk menari, juga dengan sepatu kets putih dan ransel hitamnya.
"Tidak juga," jawab Sehun, "Ada apa kau memintaku kemari?"
Nami mendudukkan dirinya tidak jauh dari Sehun. Ia menjawab pertanyaan Sehun dengan sebuah botol minuman kepada Sehun.
"Apa ini?"
"Minuman vitamin untukmu. Bukankah aku sudah sering memberikan ini padamu?" tanya Nami dengan wajah datarnya.
Sehun menerimanya dengan tanya. Ia harus mengutarakan apa yang ia pikirkan pada Nami sekarang.
"Apa maksudmu selama ini memberikanku minuman vitamin terus menerus? Maksudku ... aku bisa beli sendiri jika aku ingin," ujar Sehun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Best Friend ✔️
RomansTentang kehidupan dua orang sahabat dari segala perbedaan yang ada. Mereka saling mendukung dan terkadang saling membenci. Tapi mereka yang paling kompak dan paling solid dalam segala hal. Itulah yang membuat mereka jadi sahabat baik dari masa sekol...