BF - 20

334 63 14
                                        

Proses syuting ditunda untuk sementara waktu karena Sehun harus rehabilitasi terlebih dahulu akibat luka dan juga memar di tubuhnya. Yah, paling tidak Sehun bisa berjalan dengan bantuan tongkat karena kakinya masih sakit.

"Bukankah sudah kubilang kau harusnya istirahat, Oh Sehun?"

Sehun menyengir lebar pada manajernya yang menatapnya dengan tatapan tajam.

"Aku bosan di rumah saja, Hyung," ujar Sehun.

"Bukankah kau biasa lebih suka di rumah dan bersama Sohyun?"

"Aku bosan dengannya kemarin seharian di rumah sakit," jawab Sehun.

Alasan sebenarnya adalah ia ingin bertemu Irene. Gadis itu hanya tahu Sehun terluka, namun tidak bisa datang menjenguk karena Irene dan teman-temannya sedang berada di Jepang. Sehun mendapatkan kabar kalau Irene baru saja tiba tadi pagi di Korea. Jadi, siapa tahu Sehun akan bertemu dengan Irene hari ini.

Sehun pun memutuskan untuk menunggu di ruang latihan. Ada beberapa orang di sana, dan cukup terkejut karena melihat Sehun datang ke tempat latihan padahal ia baru saja pulang dari rumah sakit.

"Sehun, jika kau butuh sesuatu tinggal telepon. Aku ada rapat dengan ketua agensimu. Entah apa yang ingin ia bicarakan," ucap Junmyeon.

"Baik, Hyung," jawab Sehun sembari menganggukkan kepalanya. Ia pun memutuskan untuk melihat orang-orang berlatih di ruang latihan yang besar. Musik yang berdentum kencang memenuhi setiap sudut di ruang latihan, membuat Sehun diam-diam tersenyum kecil.

Ada rasa bahagia yang hinggap di hatinya ketika ia memikirkan bagaimana ia berlatih, bergerak mengikuti tempo musik, dan menikmati semuanya.

Sehun rindu untuk menari lagi. Ia juga rindu untuk bernyanyi lagi. Pria itu kemudian mendapatkan pesan pada handphone­-nya. Dirinya tersenyum ketika melihat nama Irene terpampang di layarnya.

Dari: Irene
Pesan: Sehun, kau sudah di agensi? Aku sedang dalam perjalanan ke sana. Kuharap kita bisa bertemu. Aku sangat khawatir padamu.

Sehun pun menggerakan jarinya di atas layar sentuh itu.

Kepada: Irene
Pesan: Baiklah. Aku akan menunggumu.

Sehun tersenyum lagi. Entah ini sudah kesekian kalinya Sehun tersenyum ketika melihat nama Irene. Sungguh, Sehun rindu dengan pujaan hatinya itu. Terlalu lama berada di ruang latihan, membuat Sehun akhirnya jenuh. Pria itu memutuskan untuk keluar ruangan, berniat mencari manajernya. Ia pun menghampiri ruang rapat yang biasa digunakan jika ingin merapatkan sesuatu dengan atasannya.

Saat Sehun akan mengetuk pintu, ia melihat bahwa pintu tersebut tidak tertutup rapat, dan terdengar suara yang ia sangat kenali di dalam ruangan tersebut.

"Kenapa rencana konser Sehun dibatalkan? Bukankah Anda sendiri yang menjanjikan konser tersebut setelah Sehun berhasil tampil dalam acara bersama kemarin?!" kata Junmyeon dengan intonasi nada yang tidak terima.

"Bukankah kau tahu keadaan Sehun sedang tidak baik? Tentu saja aku membatalkannya. Lebih baik konser tersebut kuberikan kepada Jungkook. Pria itu sedang dalam masa yang baik sekarang," jawab Ketua Yeon.

"Tapi ... bagaimana dengan Sehun? Aku sudah terlanjut memberitahunya, Ketua Yeon!" ucap Junmyeon.

Sehun terdiam di tempatnya. Jantungnya bergemuruh kencang karena mendengar pembatalan konsernya. Yah, seminggu yang lalu saat ia sedang menjalankan syuting, ia diberi tahu Junmyeon untuk bersiap-siap latihan karena ia mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam konser. Baginya, menari dan bernyanyi untuk orang banyak adalah hal yang ia sukai, terutama untuk mempromosikan album barunya.

Best Friend ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang