BF - 22

320 69 15
                                    

"Yoongi Sonbae?"

"Halo, Sohyun," sapa Yoongi dengan senyum tipis di wajahnya.

Kedatangan Yoongi yang tiba-tiba ke apartemennya cukup membuat Sohyun terkejut. Seojun, beserta keluarga Yeonseok tadi baru saja pulang lima menit yang lalu. Cukup membuat perasaan Sohyun menjadi lebih baik karena di harinya yang buruk, orang-orang terdekatnya datang untuk memberikan semangat—minus Sehun. Sohyun memang tidak terlalu berharap pria itu akan datang karena pria itu pasti sedang sibuk.

"Aku boleh masuk?"

"Oh ... iya. Silakan masuk..." ucap Sohyun yang terkejut karena melamun beberapa detik ketika melihat kedatangan Yoongi. Jujur, Sohyun merasa gugup akan kedatangan pria ini—yang entah mengapa membuatnya teringat masalahnya kembali hari ini.

"Kau mau minum apa?" tanya Sohyun ketika Yoongi mendudukkan dirinya di sofa, "Aku buatkan kau jus bagaimana?"

Yoongi tidak menjawab pertanyaan Sohyun. Namun ketika gadis itu berjalan melewatinya, Yoongi menahan tangan gadis itu.

"Aku minta maaf..."

Sohyun merasakan atmosfer di ruangan ini berubah tiba-tiba karena mendengar perkataan Yoongi. Nada suaranya terdengar sedih.

"Aku minta maaf karena tidak bisa mempertahankanmu di kantor," ujar Yoongi, "jujur, aku juga terkejut ketika tahu kau dipecat secara sepihak karena masalah kemarin. Aku minta maaf karena tidak bisa melindungimu dari masalah yang terjadi."

Sohyun menghela nafasnya. Gadis itu kemudian mendudukkan dirinya di sebelah Yoongi.

"Kau tidak perlu minta maaf, Yoongi Sonbae," ucap Sohyun tersenyum tipis. Gadis itu menggenggam lembut jari jemari Yoongi yang masih mencengkram erat tangannya.

"Kedatanganmu ke sini sudah membuatku senang. Toh itu juga bukan salahmu," kata Sohyun.

Yoongi menatap netra Sohyun. Di saat terpuruknya, bahkan Sohyun masih bisa tersenyum seperti ini.

"Aku akan membuatkanmu minuman," ucap Sohyun berusaha bangkit dari duduknya. Namun sekali lagi, tangan itu menahannya untuk berdiri.

"Aku tidak butuh minuman," jawab Yoongi, "aku butuh kau."

Netra Sohyun membesar usai mendengar kalimat yang dilontarkan Yoongi, seiring dengan jantungnya yang berdegup satu-satu dengan pelan dan kencang.

"Kau tahu? Pekerjaanku jadi berantakan hari ini karena kau tidak ada di kantor. Hanya aku seorang diri, dan bahkan aku akan dipindahkan ke Divisi Empat karena Divisi Lima bisa dibilang tidak lagi berarti," kata Yoongi.

"Jadi, kau pindah ke sana?" tanya Sohyun, yang dibalas Yoongi dengan gelengan di kepalanya.

"Aku mengundurkan diriku," ucap Yoongi, membuat Sohyun terbelalak karena terkejut dengan pernyataan Yoongi. Gadis itu sontak memukul pundak Yoongi. Pria itu sekarang tertegun karena merasakan pukulan dari Sohyun yang ternyata sakit.

"Dasar bodoh! Kenapa berhenti?! Bukankah dengan pindah Divisi bisa menaikkan gajimu?!" seru Sohyun.

"Yaa... Kim Sohyun, kau mengataiku bodoh?" tanya Yoongi sembari menaikkan sebelah alis matanya.

"M-maafkan aku," ucap Sohyun menghela nafas. Ia kesal hingga salah bicara dengan seniornya ini.

Yoongi tersenyum kemudian melihat wajah Sohyun yang campur aduk. Rasa kesal, rasa bersalah, dan sedih, bergabung jadi satu di sana.

"Aku tidak masalah berhenti dari pekerjaan ini. Toh memang sudah lama aku menginginkannya," kata Yoongi, "aku bertahan bekerja di sana, itu karenamu."

Best Friend ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang