BF - 9

390 80 8
                                        

Sehun menghela nafasnya dengan gelisah. Sedari tadi ia belum bisa tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Ia dan Seojun sedang berada di ruang tengah sembari menonton televisi. Namun berbeda dengan Sehun, Seojun kini mulai merasa kantuk menyerangnya.

Pikiran pria Oh itu kini hanya mengarah kepada Sohyun. Ia tidak tenang karena Sohyun berubah sikapnya setelah menerima panggilan. Sohyun memang kembali makan bersama, namun ia tidak menghabiskan makanannya dan kembali masuk ke dalam kamarnya.

"Hyung," panggil Sehun kepada Seojun yang sudah hampir terlelap.

"Huh? Kenapa?" tanya Seojun.

"Aku boleh tidur dengan Sohyun?"

Mata Seojun membelalak sempurna saat mendengar perkataan Sehun yang mengucapkannya dengan wajah polos.

"Yaa... kenapa harus tidur dengan Sohyun?" tanya Seojun.

"Aku khawatir padanya, Hyung. Dari dulu juga jika ia merasa buruk, aku selalu menemaninya tidur," jawab Sehun. Pria itu kemudian tersenyum, menyadari apa yang ada di kepala Seojun, "Tenang saja. Kami akan membuka pintu kamar."

Seojun mendengus, sedikit malu karena Sehun menebak isi pikirannya, "Baiklah. Tidurlah kalau begitu. Aku juga akan tidur."

"Nde, Hyung," jawab Sehun. Seojun pun beranjak dari duduknya menuju kamar tamu, sementara Sehun berjalan menuju kamar Sohyun dan membuka pintu kamar gadis itu. Sohyun tidak menguncinya ternyata. Pria itu menepati janjinya dengan membuka pintu kamar gadis itu lebar-lebar.

Sehun melangkahkan kakinya ke tempat tidur milik gadis itu dan menatap Sohyun yang sudah terlelap. Pria itu kemudian mendudukkan dirinya, lalu merebahkan dirinya di sebelah Sohyun. Namun satu hal yang membuat Sehun tertegun adalah, ada bekas air mata di wajah Sohyun. Mata gadis itu sembab.

Apakah ia menangis tadi? Ada masalah apa sampai membuatnya menangis seperti ini?

Sehun tidak tahu. Ini cukup mengejutkan untuknya. Baginya, Sohyun bukanlah orang yang mudah menangis. Gadis itu gadis yang kuat. Tidak peduli seberapa besar masalah yang ia dapatkan, ia akan selalu berhasil menghadapinya. Namun malam ini, Sehun merasa menjadi orang yang paling bodoh karena tidak tahu apa yang sedang sahabatnya rasakan sekarang.

Perlahan Sehun menghadapkan dirinya kepada Sohyun. Keduanya berhadapan, tentu saja. Pria itu menggenggam tangan Sohyun yang berada di dekatnya, dan mengusapnya perlahan.

"Apa yang sedang kau sembunyikan dariku, Sohyun-ah?" gumamnya lembut, "Kenapa kau menangis tadi?"

Sehun bermonolog sembari menatap wajah Sohyun. Dadanya merasa sesak kemudian karena tiba-tiba ia melihat air mata kembali terjatuh dari mata gadis itu.

"Sohyun?" panggil Sehun pelan, memastikan apakah Sohyun tidur atau tidak.

"Sohyun... kau kenapa?" tanya Sehun sembari mengusap pundak gadis itu.

Segera, gadis itu membuka matanya dan terlihat terkejut. Dengan cepat Sohyun terduduk di tempat tidurnya, begitu juga dengan Sehun yang ikut terduduk.

"Sohyun, kau kenapa, eoh?!" tanya Sehun kali ini mulai panik saat melihat Sohyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Ah... astaga... aku mimpi buruk," ujar Sohyun dengan suara serak.

Sehun meraih kedua pundak Sohyun dan menatap wajah gadis itu lekat. Sementara Sohyun mengalihkan matanya, karena ia tahu, tatapan Sehun saat ini sangat menyeramkan.

"Yaa, Kim Sohyun," panggil Sehun dengan nada rendah. Tidak ada jawaban, Sehun merundukkan tubuhnya untuk melihat wajah Sohyun yang menunduk.

"Kim Sohyun, kau tidak mau buat aku teriak malam-malam seperti ini dan membangunkan Seojun Hyung, bukan?" tanya Sehun lagi.

Best Friend ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang