Halo semuaaa ^^
Happy New Year yaaaaa 🙌🎆🎆🎆🎉🎉🎉
Semoga di tahun 2020 kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi... dan doakan semoga di tahun ini cerita author yang masih nunggak bisa diselesaikan hehehehe... 🙄🙄🙄
Oh ya, event KWC2 ini udah selesai kemarin. Belum pengumuman tp gapapa...
Author akan tetap lanjutkan cerita ini sampai selesai gaesss... terima kasih sudah menunggu cerita yang ga seberapa ini... ❤❤❤
Happy reading! ^^
Sohyun duduk dengan keadaan tak tenang. Sesekali ia menunduk, meremas jari jemarinya, kemudian menutup mulutnya dengan tangannya. Setiap orang yang lewat di depan gadis itu, tentu menatapnya. Entah dengan pandangan dan penilaian seperti apa, yang jelas tatapan mereka bukanlah hal yang baik. Di sebelahnya, Yoongi berkali-kali menenangkan Sohyun.
Kantor siaran televisi tempat drama The Chaser ditayangkan kini menjadi ruang rapat besar yang akan diadakan atas permintaan Sehun. Seluruh rekan produksi film akan datang ke rapat ini. Entah apa yang ingin Sehun sampaikan dalam hal ini. Sutradara serta kepada produksi tidak bisa menolak apa yang Sehun inginkan. Pria itu hanya menatap tajam kedua orang itu ketika bertanya apa maksud meminta mengadakan pertemuan itu.
Karena Sehun adalah orang penting, maka mereka semua mengikuti ucapan Sehun. Sohyun pun disuruh datang oleh Produsernya.
"Semua akan baik-baik saja, Sohyun. Tolong jangan khawatir," ucap Yoongi mengusap punggung Sohyun.
"Aku berusaha untuk tidak khawatir, Oppa, tapi tetap saja rasanya..."
Yoongi tersenyum tipis, "Iya. Sebentar lagi semuanya akan selesai. Kau harus percaya pada Sehun. Kau ingat kan apa yang ia katakan padamu?" ujar Yoongi.
Ya, saat Produser mengajak Sohyun untuk datang, Sehun berkata untuk percaya padanya.
Dan satu hal lagi.
Satu hal lagi pesan Sehun untuknya.
Gadis itu bahkan mati-matian melakukan apa yang Sehun minta. Di pangkuan gadis itu, ada sebuah naskah drama miliknya, yang ia tulis sendiri. Sehun menyuruhnya untuk membawa itu.
"Kim Sohyun, Min Yoongi,"
Kedua pasang mata itu menoleh ke sumber suara. Seorang staf memanggil mereka.
"Kalian ditunggu untuk masuk," ujarnya. Sohyun menarik nafasnya berat perlahan, namun tepukan pelan pada pundaknya dari Yoongi membuat perasaannya lebih baik. Paling tidak, ia tidak sendirian sekarang.
Ketika masuk, seluruh pasang mata menatap dirinya dan Yoongi. Tentu saja itu membuat Sohyun merasa takut. Tatapan mata itu seperti menganggap dirinya adalah pembawa masalah terhadap tertundanya proses syuting drama tersebut.
Tidak lama kemudian, beberapa orang staf lainnya masuk, bersamaan dengan datangnya Minah. Gadis itu menatap Sohyun dengan dingin dan terkesan mengabaikan Sohyun. Minah memilih untuk duduk di deret kursi tengah. Setelah itu, datanglah Sehun bersama manajernya. Kedatangan pria itu membuat Sohyun menghela nafasnya. Entah ia harus merasa lega, atau gugup. Namun tatapan mata Sehun seolah menunjukkan sebuah jawaban bahwa ia harus tenang.
'Lakukan apa yang aku katakan,'
Seperti itu arti tatapan Sehun.
"Baiklah. Sepertinya semua orang sudah berkumpul di sini," ujar Produser Wang memulai rapat, "Kita berkumpul di sini untuk membahas beberapa kendala yang terjadi dalam proses syuting. Tentang naskah, pemeran, dan lain sebagainya. Terlebih lagi, Sehun ingin menyampaikan sesuatu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Friend ✔️
RomanceTentang kehidupan dua orang sahabat dari segala perbedaan yang ada. Mereka saling mendukung dan terkadang saling membenci. Tapi mereka yang paling kompak dan paling solid dalam segala hal. Itulah yang membuat mereka jadi sahabat baik dari masa sekol...
