3 - Wet

1.6K 181 33
                                        

"Appa makanlah, tidak perlu menunggunya"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Appa makanlah, tidak perlu menunggunya"

Seohyun memasukkan potongan sayuran ke dalam mulutnya. "Dia tidak akan datang jadi hanya kita berdua saja"

"Aku tidak pernah mengajarimu kasar seperti itu...!"

"Appa bisa telat minum obat, makanlah dulu" Dia meraih piring sang ayah. "Ini, aa..."

"Aku sungguh tidak bisa marah padamu" Dengusnya sebelum membuka mulutnya.

"Appa makan yang banyak" Seohyun tersenyum manis meski saat ini kepalanya terasa berputar.

"Seharusnya aku mengikuti sarannya untuk tidur, tapi untuk menutup mata saja sungguh sulit"

"Kemana dia? Padahal aku sudah menghubunginya tadi siang"

"Appa menghubunginya?"

"Dia bilang akan datang"

"Sungguh? Tidak mungkin"

"Sudahlah appa, tidak ada ruginya juga dia datang atau tidak. Kita kan sudah lama tidak makan berdua, jadi nikmati saja "

Kening ayahnya berkerut. "Kau mengatakannya seperti sudah sangat lama, padahal setiap hari kita selalu sarapan dan makan malam bersama di rumah"

"Ne? Ahh iya, maksudku... kita jarang makan diluar appa"

Seohyun tersenyum kikuk, karena lagi lagi dia mengatakan hal yang merujuk pada alur mimpinya.

Waktu terus berjalan dan sudah satu jam lebih mereka disana namun orang yang ditunggu masih saja tidak muncul.

"Appa, lebih baik kita pulang, aku yakin dia tidak akan..."

"Sebentar"

Seohyun menghela nafas panjang saat ayahnya beranjak menjauh untuk menjawab panggilan yang baru masuk.

"Anda mau mencoba anggur kami Nona?"

"Iya" Sahutnya cepat. "Lagi"

"Nde?"

"Kubilang lagi, aku tidak peduli aturan yang menyebutkan harus menuang hanya setengah gelas. Aku ingin kau mengisinya penuh hingga menetes keluar"

"...Tentu Nona" Jawabnya dengan sedikit ragu.

"Anda bisa memanggil saya jika perlu sesuatu, saya permisi"

Seohyun mulai meneguk anggurnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Terasa kesal namun juga sedih.

"Kenapa appa tidak percaya padaku? Dia tidak mungkin datang"

Tes...

Tanpa sadar air mata Seohyun menetes.

"Aku tau ini sulit diterima akal sehat, tapi aku seperti sudah sangat mengenalnya jauh sebelum hari ini"

"Dan karena hal itu juga, aku tau dia tidak mungkin datang kemari"

Last EncounterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang