31 - Ashes (2)

1.9K 135 48
                                        

Seohyun menutup mulut tidak percaya akan berita yang dia lihat saat ini.

Orang paling berpengaruh yang baginya terlalu sulit untuk disentuh, sekarang ini berakhir dalam suatu kasus masa lalu yang membuatnya berada diujung tanduk.

Semua menjadi tidak masuk akal karena sekeras apapun Seohyun berpikir, suaminya bukan orang yang akan menggunakan cara seperti ini meskipun benar.

Bunyi pintu depan membuatnya segera menoleh pada pria tampan dengan tubuh tinggi yang baru melangkah masuk sambil membawa kotak hitam di tangannya.

"You like rice cake in this place" Kyuhyun meletakkan benda berbentuk persegi itu ke atas meja.

"Iya... Terima kasih"

Kyuhyun berbalik dan melangkah menuju tangga sesaat sebelum Seohyun menabrak punggung lebar itu dari belakang dan memberinya pelukan ringan.

"What is it?"

"The news... I saw him being captured by the police because..."

Kyuhyun berbalik lalu memeluk tubuh kecil itu dengan sangat erat. "It's okay. You don't have to think about that"

"Tapi bagaimana dengan kamu? Aku tidak mau kamu jadi ikut terliba..."

"Everything will be alright, I promise" Pria tampan itu mengecup puncak kepala istrinya. "Trust me"

"Bukan itu yang ingin aku dengar saat ini"

"Jadi kamu ingin aku mengatakan apa?"

"Kenapa malah bertanya padaku? Kamu menyebalkan... !" Seohyun memukul pelan dada bidang itu sambil menahan tangis. "Aku sangat khawatir"

Terdengar helaan nafas panjang dari sang suami yang mengenai bahu mulusnya.

"You know, being against evil doesn't make you a good person"

"But that's enough for me. I don't want to see you lost yourself because of him. Even I hate being the one who cannot do anything. I..."

"Aku tidak kehilangan apapun. Bagiku menjaga apa yang harus aku jaga adalah keyakinanku sebagai suamimu. Jadi dengan kamu percaya padaku itu sudah lebih dari cukup"

"Tetap saja" Seohyun mencengkram kemeja putih suaminya. "Aku..."

Ting tong!

"Sebentar" Kyuhyun melepas pelukan mereka dan berjalan menuju intercom untuk melihat tamu tersebut.

"Kenapa aku jadi seperti ini?" Seohyun mengusap air matanya. "Aku terlalu mudah menangisi segala hal tentangnya..."

"Aku akan keluar sebentar"

"Kenapa tidak disuruh masuk? Tidak sopan membiarkan tamu di depan"

"Dia hanya ingin menyerahkan barang" Kyuhyun mendekat dan mengecup kelopak mata wanitanya. "Kita bisa bicara nanti, jadi hapus dulu air mata ini"

Langkah panjangnya berlanjut menuju pagar besar yang ada di depan halaman rumah. Nampak seseorang dengan perawakan asing bersandar pada dinding pagar sambil menunggunya.

"You know what to do. They can't wait any longer" Kata pria itu dengan aksen Italia yang kental layaknya suara saksofon.

"...."

"Once Mr Baek go to jail, you have no other choice but to finish in the right place. The government won't let you until you show yourself and fix everything"

Kyuhyun menerima berkas tipis yang ditujukan untuknya.

"About your killing, that's not appropriate anymore. You help them with that act, but the real mess is what Mr Baek leaves there. People go crazy, that's why he can't step in that land for good"

Last EncounterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang