24 - Closed Door (2)

1.5K 151 54
                                        

Kreett

Roda pada troli belanja itu nampak berkarat dan dalam beberapa waktu akan mengeluarkan bunyi gesekan layaknya sebuah besi tua yang rapuh.

Namun tanpa mengiraukannya, wanita cantik itu terus mendorong trolinya melewati rak rak penuh buah buahan segar yang baru datang pagi tersebut.

Masih nampak beberapa karyawan yang sedang mengisi stok di rak sambil sesekali melayani pembeli yang mendekat.

"Nyonya"

Wajahnya murung, bahkan sorot matanya pun menyiratkan sebuah rasa yang begitu sulit dijelaskan.

"Nyonya"

Pikiran kelabu menjambatani antara dirinya dengan tujuannya berbelanja sekarang. Namun di tengah tengah terjadi halangan yang membuat pikirannya dipenuhi dengan hal lain.

"Maaf nyonya" Seorang pegawai menghentikan trolinya dari depan.

"Nde?" Lamunan Seohyun pun akhirnya buyar.

"Silahkan" Dia menyerahkan troli baru. "Kami akan memperbaikinya"

"Oh, terima kasih"

"Nde, selamat berbelanja nyonya"

Seohyun mengangguk dan melangkah menjauh hingga tiba di area khusus daging. "Dia suka daging. Apa kubuatkan saja sambil bicara baik baik dengannya?"

Rupa rupawan yang muncul didalam pikiran, pada akhirnya membuat kedua mata bulat yang besar itu kembali berkaca kaca.

"Padahal semuanya sudah lebih baik" Tangannya mengusap dada. "Tapi rasanya sakit kembali..."

Tes... Tes...

Jemari itupun turun menyentuh perut bersamaan dengan air mata yang jatuh. "Begitu hadir, dia akan menjadi terlalu berharga sampai rasanya aku bisa gila jika kehilangannya"

Dari kejauhan, sepasang mata memperhatikan punggungnya yang bergetar. Berdiri dibalik rak besar, memungkinkannya untuk tidak terlihat disaat wanita cantik itu berbalik dan menyapu air matanya.

"Apa yang kupikirkan menangis di supermarket, orang orang akan berpikiran aneh"

Seohyun kembali melangkah selama beberapa saat hingga sebuah panggilan masuk.

"Chaerin-ah, ada apa?"

"Kenapa suaramu serak begitu?"

"Cuacanya... hanya sedang dingin" Jawabnya sembali mengusap sisa air mata sambil menghirup nafas. "Apa ada sesuatu?"

"Where are you?"

"Belanja keperluan rumah. Apa ada seseorang yang mencariku?"

"Well, aneh saja melihatmu keluar saat sedang jam kerja"

"Aku tadi sudah memberitahu Bora jika aku akan kembali lagi setelah makan siang"

"Do you have an appointment with someone?"

"Just... a normal lunch with him"

"Your husband?"

"Hm, if he's... not busy"

Terdengar tawa kecil diujung telpon. "You can't stay away from him, that's cute"

"Actually it's like an apologizing cause I... didn't tell him"

"Told your husband what?"

"Aku..." Seohyun tiba tiba terisak.

"Hyunie, what happens?" Chaerin terdengar khawatir.

Last EncounterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang