"Akh!"
Seorang wanita tersentak dan segera bangun dari tidurnya.
"Hosh... Hosh..."
Dadanya naik turun dengan cepat seperti tidak mendapat oksigen untuk waktu yang lama.
Jantungnya bahkan berdetak cepat layaknya berpacu dengan waktu sepersekian detik.
"Apa yang terjadi padaku?" Seohyun menekan dadanya yang terasa sesak.
Mata bulat itu menerawang pada keadaan sekitar. "Bagaimana bisa aku ada disini?"
Kamar itu, adalah kamar yang dia tempati satu tahun yang lalu, tepat sebelum pernikahannya.
Karena setelahnya, untuk menginjakkan kaki di rumah itu pun tidak bisa Seohyun lakukan karena suaminya yang terus melarang dan mengawasi seluruh gerak geriknya. Membuat dirinya tahanan di rumah mereka.
"Tidak mungkin..." Lirihnya.
"Aku tidak mungkin disini..."
Tes... tes...
Cairan bening jatuh dari pelupuk mata cantiknya, begitu juga rasa sakit yang tiba tiba melonjak dan membuatnya merintih kesakitan.
"Aku mengingatnya..."
Seohyun menekan dadanya erat, berharap jika sakit itu akan berkurang.
"Dia sudah membunuhku... mereka membunuhku dengan semua perlakuan busuk itu..."
Prang!
Mendengar suara ribut dari dalam kamar, membuat dua pelayan rumah berkumpul di depan pintu.
"Apa yang terjadi?"
"Nona Seohyun terbangun"
Tok! Tok!
"Nona, buka pintunya Nona!!"
Prang!
"Ambil kunci cadangan di dekat tangga"
Salah satu dari mereka segera berlari menuruni tangga dan mengambil sebuah kunci yang ada di dalam laci meja.
Ceklek
"NONA!!"
Mereka berdua sempat ternganga melihat keadaan kamar yang kacau balau, sebelum akhirnya berlari menenangkan Seohyun di atas tempat tidur yang terus menangis dan merintih.
"Apa yang terjadi Nona??!"
"Anda baik baik saja?"
"Sakit..." Seohyun mencengkram dadanya erat di dalam pelukan salah satu pelayannya.
Keduanya menatap sendu ke arah bantal serta guling yang berserakan di lantai, dengan beberapa pecahan kaca yang ikut berhamburan dari beberapa vas serta pigura yang jatuh.
"Minumlah Nona"
Seohyun yang sudah sedikit tenang, menerima gelas tersebut dan meneguknya.
"Anda bisa istirahat setelah ini"
Dia mengelus lembut punggung Seohyun hingga wanita itu tertidur karena obat yang dicampurkan dengan minuman tadi.
Setelah membereskan kekacauan di kamar, kedua pelayan itu segera keluar meninggalkan wanita cantik yang sudah terlelap dengan wajah sembabnya.
*•*•*•*•*•*
Sret!
Tirai terbuka dan cahaya menembus masuk hingga mengenai seorang wanita cantik yang lambat laun segera membuka matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Encounter
FanfictionOne day, Seohyun wakes up, and all of her memories bump with other memories from her previous life. A tragedy that somehow feels like sorrow and joy at the same time drags her into a hole where she is trapped with her husband, her love, Kyuhyun, tha...
