Langkahnya terhenti dibalik lampu yang beberapa kali akan berkedip mengikuti arahan kamera di tangan photographer di depan layar putih tempat seorang model tengah berpose.
Cekrek
Cekrek
"Didn't expect you would be here"
Seohyun membulatkan mata dan segera berbalik. "Chaerin"
Wanita pemilik wajah manis itu tersenyum dan menodongkan pertanyaan yang sekiranya ingin dia hindari. "What happened yesterday?"
"I told you... it's just a little problem"
"Kalian sudah baikan?"
"Iya... dan tidak"
"Jawaban yang ambigu"
"Kami hanya perlu sedikit waktu untuk lebih... memahami keadaan. Selain itu semuanya baik baik saja"
"Baiklah, kuharap kalian akan segera menyelesaikannya" Chaerin menepuk pundaknya. "Dan ingat, kau selalu punya aku jika ingin mengutarakan sesuatu"
"Hm" Seohyun mengangguk. "Terima kasih"
"So, is it a trend using a scarf in a room with heater in the middle of fall season?"
"It's... cold"
"It's warm" Sanggah Chaerin. "Your husband freezes you i guess"
"Terlihat sekali?" Tanya Seohyun sambil membenarkan letak syalnya.
"Kainnya jatuh dan transparan. Apa yang bisa kau harapkan dengan menggunakan itu untuk menutupi lehermu"
Seohyun menghela nafas dan beranjak. "Aku akan ke toilet"
"Kusarankan untuk gunakan foundation atau sejenisnya. That scarf's out of season already"
Sesampainya di dalam ruangan bernuansa putih itu, Seohyun berdiri di depan kaca sambil memperhatikan keadaan lehernya yang sedikitnya ada kemerehan atau kebiruan akibat seseorang.
Seohyun menghela nafas panjang dan segera membuka kotak riasan kecil yang dia bawa.
Seseorang keluar dari salah satu bilik kamar mandi dan melangkah ke sampingnya.
"That must be hurt" Ucap Daena sembari mencuci tangan.
"Tidak juga, ini..."
"Aku tidak membicarakan lehermu, direktur. It's something else"
"Apa maksudmu?"
"Mungkin saja sejak awal tidak perlu terjadi daripada dipaksakan dan hasilnya malah tersakiti. Bukan begitu?" Daena tersenyum penuh teka teki yang membuat Seohyun kebingungan.
"Aku pernah mendapat konseling kejiwaan saat masih sekolah dulu. Tapi dokter bilang aku hanya sedang berada pada masa pubertas, tanpa aku sendiri sadar jika hal itu berkelanjutan. Dan sekarang aku sama sekali tidak peduli"
"Apa yang sedang kau bicarakan Daena-ssi?"
"Ada orang yang harus mendapatkan yang dia inginkan. Bila ada orang lain yang menganggunya, dia akan menghancurkan orang itu dengan cara apapun. Dan aku... tipe yang seperti itu, direktur"
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Encounter
Fiksi PenggemarOne day, Seohyun wakes up, and all of her memories bump with other memories from her previous life. A tragedy that somehow feels like sorrow and joy at the same time drags her into a hole where she is trapped with her husband, her love, Kyuhyun, tha...
