Angin malam bertiup membuat helaian rambut seorang gadis menari-nari mengikuti arah angin, hawa dingin menusuk ketulang namun tak memudarkan niatnya untuk tetap menatap sang bintang.
Rain sedang duduk di balkon kamarnya menikmati semilir angin yang menghempas wajahnya, ia melihat bintang dengan fikiran yang menerawang pada kehidupan pahitnya.
"Dek.... " lamunan Rain buyar mendengan suara berat bang Anton memanggil dirinya, ia menghadap belakang di mana sang kakak sedang berjalan kearahnya.
"udah makan? " tanya bang Anton sambil duduk di samping adiknya, Rain hanya menggeleng tak berniat menjawab.
"Makan di luar yuk berdua sama abang mau gak? "
"Yaudah Rain siap-siap dulu"
Rain berdiri menuju lemari untuk mengambil jaket lalu turun ke bawah di ikuti oleh abangnya.
Di dalam mobil, hening tak ada percakapan sama sekali di antara adik dan kakak ini.
Anton fokus menyetir dan Rain fokus pada jalanan di sampingnya.
Sesampai mereka di cafe mereka langsung duduk di bangku paling pojok katanya Anton itu posisi yang pas untuk ngerumpi. (Ada-ada aja sih bang Anton😂)
Setelah pesanan datang mereka makan dengan hening tak ada obrolan dari mereka berdua sampai makanan di depan mereka habis dan di gantikan dengan secangkir kopi kesukaan Anton dan secangkir teh tarik kesukaan Rain.
"Dek.. "Obrolah dibuka oleh Anton.
"Ya bang? "Ucap Rain yang masih fokus pada teh tariknya.
"Liat abang" Rain langsung beralih fokus pada Abangnya yang tampaknya ingin mengatakan sesuatu yang serius.
"Kamu boleh dingin kesemua orang, kamu boleh tertutup kesemua orang tapi tolong jangan hilangin Rain adik kecil abang yang ceria jangan cuekin abang, jangan bersikap dingin sama abang, abang gak bisa" ucap Anton lirih sambil menggenggam tangan adiknya.
Rain akui sudah seminggu ini ia bersikap dingin pada abangnya sendiri satu-satunya keluarga kandung yang ia punya, Rain menatap mata yang kini sama menatapnya.
Binar mata itu memancarkan kesedihan seperti dirinya, ini salahnya karena terlalu terbawa arus masalalu yang menyakitkan hingga tanpa sadar ia juga menyakitkan abangnya sendiri yang sangat menyayanginya.
"maafin Rain bang, Rain cuma gak mau ngerepotin abang karna Rain tau abang lagi kerja jadi Rain takut ganggu abang" alasan Rain yang membuat Anton sedih karna sudah membuat adiknya berfikiran seperti itu.
"kamu bukan beban bagi abang, kamu itu tanggung jawab abang bahkan abang rela ninggalin pekerjaan abang demi kamu" ucap Anton mutlak tanpa kebohongan sedikitpun.
Rain terdiam ia langsung berdiri lalu memeluk abangnya, pria yang sudah menjadi pelindungnya selama ini.
"maafin Rain bang Rain sayang sama bang Anton" sesal Rain yang di akhiri kecupan pada pipi Anton begitu pula Anton yang membalas kecupan adiknya pada kening dan pipi Rain.
TBC
VOTE AND COMEN🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dark [COMPLETE]
Teen Fiction-TAHAP REVISI- "Setidaknya aku sudah menjelaskan yang sejujurnya padamu, percaya atau tidak, kecewa atau tidak, itu hak mu"-Raina Aurora N. "Aku percaya, tapi aku meragukan perasaanmu" - Alrico Wijaya Berawal dari rasa penasaran yang membuat ia jat...
![The Dark [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/205545267-64-k167530.jpg)