19) 3R

1.2K 55 2
                                        

Info gaes: yang udah baca part "MAU" tolong di baca ulang ya, karena ada nama tokoh yang di ubah, dari bang Aryo menjadi bang Kemal, tolong di baca biar gak tersesat di tengah cerita😊🙏

VOTE AND COMEN🙏

"Karena sahabat gak akan pernah benar-benar hilang"

-3R-

15 menit berlalu, Al masih tertidur pulas dengan posisi yang tak berubah.

Al membuka matanya secara tiba-tiba membuat Rain yang sedang menatap setiap inci wajahnya kaget.

"Cieee yang natap gue" goda Al.

Rain mengalihkan pandangannya, ia merasa ada sesuatu yang panas di pipinya.

"Sejak kapan lo pake blushon?" goda Al yang melihat pipi Rain memerah.

Cepat-cepat Rain menutup pipinya, dia sengat malu.

"Ciee yang blushing" Al menoel
pipi Rain membuat warna merah itu semakin menjadi-jadi.

"Gak!" Rain bangkit dan meninggalkan Al secepat kilat sebelum malunya semakin bertambah-tambah.

"Manis banget tu cewek" kekeh Al melihat tingkah Rain.

Al senang melihat wajah Rain yang blushing, ini pertama kalinya ia melihat wajah gadis itu begitu menggemaskan dan ia berhasil membuat gadis itu blushing.

Sedaritadi Al hanya berpura-pura tidur karena kesal dengan Rain yang mengabaikannya, tapi ternyata ia jadi tau bahwa gadis itu diam-diam memperhatikan wajahnya, betapa senangnya Al.

❄❄❄

Malam ini Rain sudah siap dengan pakaian khas The Dark, serba hitam.

Ia melajukan motornya sekencang angin yang berhembus membuat dirinya tak sampai 15 menit sudah tiba di bengkel Meteor.

"Gue kira lo gak dateng" sambut Wildan.

"Gue gak suka ingkar janji" sinis Rain.

"Tau deh yang selalu tepatin janji" kekeh Sandi.

"Mana Galih, Putra sama Doni?" tanya Rain.

"Pen tolong panggilin tiga serangkai itu" suruh Sandi pada
salah satu anggota The Dark yang bernama Open.

"Siap bosku" Open pergi untuk mencari tiga serangkai itu.

Kini Rain, Sandi, Wildan, Galih, Putra dan Doni sedang berada di ruang pribadi Rain. Jarang-jarang Rain mengizinkan orang lain masuk selain dirinya dan dua sahabat lamanya, ini karena hal penting tentang pendidikan.

"Kenapa gak mau sekolah?" tanya Rain dingin.

"Kita gak mau ngerepotin kakak" jawab Doni sedikit takut.

"Jangan panggil gue kak" komen Rain.

"Iya Rain" jawab tiga serangkai.

"Kalian yakin gak mau lanjutin sekolah?" kini Sandi yang bertanya.

"Yakin bang, gue sama yang lain mau fokus kerja aja, toh juga kalo gue sekolah belum tentu gue pinter" jelas Galih.

"Ya karena lo belum tentu pinter makanya di sekolahin biar belajar jadi pinter" nasehat Wildan.

"Kita udah nyaman kok kerja, jadi gak perlu sekolah lagi" kini Putra angkat bicara karena sedaritadi hanya nyimak.

"Oke, gue hargai keputusan kalian bertiga, tapi kalo butuh apa-apa langsung bilang ke gue dan yang lain. Disini lo cuma gak sebagai pegawai doang tapi disini kita semua keluarga." Rain mengeluarkan sifat kepeduliannya, jarang-jarang ia berbicara panjang lebar seperti ini.

The Dark [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang