"Buktiin ke gue kalo cinta itu benar-benar ada"
-RainaAuroraN-
"Wooiii diem-diem bae lo" kejut Bimo pada Al.
"Ho'oh ntar kesurupan tau rasa lo" sambut Dimas sambil mengunyah baksonya.
Sekarang ini mereka bertiga sedang berada dikantin karna waktu menunjukan jam istirahat, Bimo dan Dimas merasa heran pada tingkah Al pasalnya sedari tadi saat Al datang di sekolah sampai jam istirahat pria itu lebih banyak diam. Tetu hal itu membuat keseruan mereka bertiga kurang nikmat tanpa ocehan dari Al.
"Lo ada masalah?" tanya Bimo sambil memperhatikan Al yang hanya mengaduk-ngaduk soto di depannya.
Disinilah letak kelebihan Bimo, ia akan sangat peduli dan serius jika di waktu yang tertentu, contohnya sekarang.
"Lo kelilit utang?" kini giliran Dimas yang bertanya.
"Itu sih lo" jawab Bimo sambil melemparkan kacang pada Dimas.
"Gue di tolak" ucapan Al membuat Dimas dan Bimo seketika fokus pada dirinya.
Selang beberapa detik kemudian suara tawa yang menggelengar dari Bimo dan Dimas membuat Al menatap dua sohibnya dengan bengis.
"Serius lo?" tanya Bimo masih dengan tawanya
"Waaah sejarah ni" ucap Dimas menggoda Al
"Au ah gue males sama lo berdua" Al beranjak dari duduknya namun tangannya di cekal oleh Bimo.
"Eeehh tunggu dulu, main pergi-pergi aja" Bimo menarik tangan Al untuk kembali duduk.
"Iya lu lama-lama kaya cewek, ngambekan." kekeh Dimas
"Lu tu yang kaya cewek" balas Al
"Laah kok gue sih" timpal Dimas sambil garuk-garuk kepala
"Lo lagi pms?" kini Bimo yang bertanya seperti itu pada Al
"Pala lo pms!" bentak Al
"Lah emang kepala bisa pms? " satu jitakan mendarat di kepala Dimas.
"Ya kali kepala bisa pms, trus pembalutnya mau di taruh dimana? Di jidat?" omel Bimo pada Dimas.
"Debat aja trus" protes Al yang
sedari tadi di abaikan.
"Hehehe lagian ni si onta ngajak gue debat jadi aura emak-emak gue keluar deh" bela Dimas menyalahkan Bimo.
"Lahh kok jadi gue yang salah sih, kan lo duluan yang mulai" tak mau kalah Bimo pun membela diri.
"Eh oncom lo tu ya kaya cewek gak mau salah."
"Eh kutil kuda lo-" belum selesai Bimo berbicara Al sudah membekap mulutnya menggunakan tisu.
"Berisik Lo berdua" kesal Al
"Eh kampret lo jorok banget sih" omel Bimo setelah mengeluarkan tisu entah bekas apa dari mulutnya.
Al heran kenapa ia bisa berteman dengan dua macam makhluk seperti Bimo dan Dimas, ia juga heran kenapa selama ini Al betah dengan dua manusia didepannya ini.
"Gue lagi gak niat bercanda" tegas Al dengan nada dingin.
Kalau sudah begini Al masuk dalam mode tidak bisa di ajak bercanda ia dalam mode serius maka berlakulah di sini kalimat 'senggol bacok'
"kok bisa lo di tolak? Gimana ceritanya?" ucap Bimo mulai serius
"Jadi begini" Al menghela nafas sebelum menceritakan kronologi kenapa ia bisa di tolak
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dark [COMPLETE]
Roman pour Adolescents-TAHAP REVISI- "Setidaknya aku sudah menjelaskan yang sejujurnya padamu, percaya atau tidak, kecewa atau tidak, itu hak mu"-Raina Aurora N. "Aku percaya, tapi aku meragukan perasaanmu" - Alrico Wijaya Berawal dari rasa penasaran yang membuat ia jat...
![The Dark [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/205545267-64-k167530.jpg)