Jari itu tak henti-hentinya memainkan cincin yang melingkar manis dijari manisnya. Bibir itu melengkung menggambarkan senyum indah saat otaknya mengingat memori pada malam Maulid Nabi itu.
"Hallo tante Nabila. Assalamualaikum." Nabila tersenyum melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya.
"Wa'alaikumsalam, uwah kedatengan tamu ni." ia bediri dari duduknya dan menghampiri sang tamu.
"Hallo sayang. Ya ampun gemes banget. Tambah endut aja si Herman ka. Ikut tante yuk." ajak Nabila yang mengambil Herman anak Eriska dari gendongan.
"Kok nggak bilang-bilang mau kesini?" tanya Nabila.
"Mau buat surprise aja. " Ucap Eriska sembari berjalan ke sofa yang berada didalam ruangannya.
"Eh beb gimana, udah ngisi belum?" tanya Eriska.
Nabila tersenyum memandangi sahabatnya itu, "Belum." jawabnya dengan gelengan kepala.
"Lama juga ya. Padahal kalian menikah udah mau jalan satu tahun kan. Si mantan aja udah punya anaknya . Masa elo belom." sindir Eriska.
"Oh ya, cewek apa cowok anaknya?" tanya Nabila.
"Cowok."
"Lo tahu dari mana?" tanya Nabila.
"Gue lihat postingan mereka berdua di Instagram." Jawab Eriska.
"Oh, kiraain gue, lo dateng kerumahnya." Ucap Nabila.
"Bila, lo tahu kan kalau hubungan gue sama Syella itu enggak bagus. Enggak dekat."
Nabila tersenyum menunduk. Dia tahu, jika kedua sahabatnya itu memang tak pernah akrab. Syella selalu menjelek-jelekan Eriska didepan Nabila. Syella melakukan itu karena tak ingin Nabila lepas dalam lingkaran pertemanan yang ia buat.
"Udahlah, bil. Kok jadi bahas orang itu," ucap Eriska. "Oh, ya. Gue kesini mau nawarain lo sama suami lo ikutan program hamil. Siapa tahu aja kan setelah ikut acara itu jadi cepet punya anak."Saran Eriska.
"Program hamil?" Eriska mengangguk.
"Mmm, kayaknya enggak dulu deh." jawab Nabila.
"Loh kenapa, ini program yang bagus loh. Pemecahan buat para ibu-ibu yang susah hamil." Ucap Eriska menjelaskan.
"Untuk saat ini kayaknya enggak dulu, Ka. Kita mau usaha sendiri dulu aja. Kalau seandainya satu tahun kedepan belum berhasil juga, ya mungkin kita bakal ikutan program itu." Jawab Nabila.
"Lama banget dong, bil."
"Gue sama suami mau bersabar aja dulu untuk sekarang," ucapnya.
"Ya udah deh kalau itu keputusan kalian. Oh ya, laper ni. Makan siang, yuk." ajak Eriska.
"Makan disini aja. Kebetulan gue ada menu baru di Cafe, buat elo, gua kasih free." Ucap Nabila.
"Wah, dek. Kita dapat makanan gratis ni. Nyam-nyam."
***
Nuga sedang mengenakan helm yang terletak di motornya tadi. Terlihat beberapa santri sudah pulang sekolah. Ada yang ke Asrama ada juga yang pulang kerumah karena jarak yang begitu dekat.
Hari ini, ia tak menjemput Nabila dulu dan langsung pulang ke rumah. Ini permintaan dari Nabila karena ia ada urusan sebentar dengan klain yang akan menyewa cafenya untuk acara ulang tahun.
Saat tiba didepan kontrakan, ia kaget melihat banyak sekali gerdus-gerdus berisi peralatan rumah tangga. Seperti Kulkas, mesin cuci, kipas angin, dan kursi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu Pilihan Allah
RomanceCerita Sudah tamat (Maret 2020) Ketika hati telah memiliki pilihan sendiri, namun Allah menghadirkan orang lain di dalam kehidupanmu. Takdir Allah itu begitu indah, meskipun kita tak pernah peka terhadapnya. Ya, itulah yang dirasakan oleh Anugrah Nu...
