34. Masalah baru kah?

7.7K 409 22
                                        

Nuga sedang memeriksa beberapa lembar kertas yang berisikan jawaban dari soal ujian para santri. Fikiran nya sedikit tidak fokus karena insiden kemarin. Jujur, ia tidak menyangka jika wanita yang selama ini dia anggap sebagai wanita yang kuat, malah menjadi wanita yang sangat lemah.

Ini bukan Halimah yang ia kenal. Halimah yang ia kenal adalah wanita yang santun, lemah lembut, kuat dan berpendidikan. Halimah, wanita menyiksa dirinya sendiri karena Nuga telah menikah.

"Kacau, Ga. Kacau!" suara itu berasal dari Al yang masuk kedalam ruang guru dengan wajah gelisah.

"Kacau kenapa?" tanya Nuga.

Al langsung mengambil kursi kosong dan duduk dihadapan Nuga.

"Anak pak Ustadz yang ada di komplek Om dan tante gue itu, yang rencananya mau gue Khitbah. " Al menarik Nafas, "Tadi malam udah di Khitbah sama cowok laen."

"Terus cewek itu nerima Khitbahnya?" tanya Nuga.

"Iya. Dan malam tadi dia langsung nikah. telat dah Gue. Kalau kayak gini, kapan nikahnya. Umur udah tua." Nuga tertawa kecil mendengar sahabatnya itu mengeluh.

"Ya udah, berarti belum jodoh. Ikhlaskan saja. Berarti Allah punya rencana lain buat jodoh kamu," ucap Nuga menasehati.

"Ya tapi, dia tu. Aduh, gimana ya jelasinnya. Udah cantik, santun, anak ustadz, dan senyumnya itu loh, Ga. Subhanallah, buat gue jatuh cinta deh pokoknya."

"Huhs, udah punya orang lain. Jangan dibicarakan," ucap Nuga mengingatkan.

"Hm, gue kan cuma mendeskripsikan aja," ucap Al.

Dia melihat Nuga yang membolak-balikan lembaran kertas itu. "Eh, gue mau nanya dong."

"Nanya apa?"

"Kemaren lo sama Nabila ketemu Halimah ya?"

Nuga melirik Al, "Iya."

"Seriussan?" tanya Al tak percaya.

"Hm."

"Gila, Ga. Nekat banget lo ketemu sama Halimah."

Nuga menutup lembar kertas yang ia pegang, "Aku enggak akan kesana kalau Nabila enggak maksa."

"Nabila maksa supaya lo mau menjenguk Halimah?" tanya Al tak percaya.

"Iya."

"Waduh, kalau gitu enak dong. Berarti Nabila juga ngizinin lo nikah sama Halimah," ucap Al bercanda.

"Apaan sih, Al. Aku enggak ada niatan buat nikah lagi. Cukup Nabila aja yang jadi istri aku." jawab Nuga begitu tegas.

"Nah, kamu kan lagi nyari jodoh. Kenapa kamu enggak nikahi Halimah aja." saran Nuga.

"Ya, kalau gue sih ya. Mau-mau aja, apalagi kualitas Halimah tidak diragukan lagi. Tapi, masalahnya cuma satu, Ga. Dia mau enggak sama gue," ucap Al.

"Lihat kondisi dia sekarang, depresi karena lo udah nikah sama Nabila. Segitunya dia cinta sama lo. Gue yakin, dia bakal sulit membuka hati untuk laki-laki lain." tambah Al.

"Kenapa tidak, kamu dan dia kan lulusan dari Cairo. Punya kesamaan pula, cobalah masuk kedalam hatinya." saran Nuga.

"Nuga, Nuga. Masih mencemaskan keadaan Halimah?" pancing Al.

"Enggak, Al. Bukan gitu."

"Lantas?"

Nuga tidak dapat menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. Apa benar ia mencemaskan Halimah. Tapi untuk apa, Halimah hanyalah wanita lain.

Kamu Pilihan AllahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang