1 vote 1 pembaca, sanggup?
******
"Bunuh seorang rentenir bernama Daviant, beserta anak buahnya, jangan biarkan ada satu orangpun yang lolos." Perintah Hares pada anak buahnya dengan ponsel sebagai penghubung percakapan mereka. Kali ini Hares mengatakan kata-kata tabu itu tepat dihadapan Noah, membuat anak itu berhasil terbelalak kaget, Hares terlalu fokus dengan setirnya sampai-sampai dia tidak menyadari ekspresi terkejut Noah.
"Juga bunuh karyawan yang bernama Nathan." Timpal Hares lagi. Lantas hal ini membuat Noah tidak bisa tinggal diam. Nathan bukanlah orang lain lagi bagi Noah, dia tidak mau jika sampai kelima temannya terluka akibat ulah Hares.
"Tidak!" Bantah Noah, memaksa Hares untuk beralih memandangnya. Benar saja, mendengar seruan Noah, Hares kini menatap pria itu tanpa kehilangan fokus pada setirnya, sambungan teleponnya juga masih terhubung dengan seseorang yang dihubunginya.
"Ada apa?" Tanya Hares.
Noah membuang napasnya berat "Jangan sakiti Nathan." Mendengar penolakan Noah terhadap keputusannya, lantas tatapan Hares berubah menjadi dingin. Dia tidak suka jika Noah membela, atau melindungi pria lain.
"Kenapa? Dia mengetahui hubungan kita, bukankah kau ingin menyembunyikan ini semua?" Tanya Hares dingin.
"Aku memang ingin menyembunyikan ini semua, tapi tidak begini caranya. Kau tidak bisa membunuh seseorang yang tidak bersalah seenak hatimu."
"Membunuh adalah kebiasaanku Noah, dan pria itu akan kubunuh karena dia bisa menjadi benalu bagi kita."
"Kalau begitu kau juga akan membunuhku kelak. Lalu apakah aku punya alasan untuk tetap berada disisimu? Apakah aku juga benalu bagimu?" Hares menepikan mobilnya karena ia merasa percakapan mereka semakin berat. Dia juga tidak suka jika harus beradu argumen dengan Noah. Dan ini adalah kali pertama mereka melakukannya.
"Kau tidak punya alasan untuk kubunuh Noah. Aku mencintaimu, dan aku akan melindungi orang yang kucintai."
"Kalau begitu...jangan pernah berpikir untuk menyakiti Nathan atau teman-temanku."
Hares tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya, dia tidak suka jika harus bertengkar dengan Noah.
"Baiklah, akan kuturuti keinginanmu." Ujar Hares berat. Ia kembali berbicara pada seseorang yang terhubung dengannya melalui telepon tadi "Untuk Nathan, biarkan dia tetap hidup."
Noah akhirnya dapat menghembuskan nafasnya tenang. Sekarang yang menjadi beban pikirannya hanya satu, bagaimana cara dia menjelaskan situasi buruk yang diciptakan oleh Hares tadi kepada Nathan. Noah yakin jika Nathan mendengar dengan jelas pengakuan Hares jika Noah adalah kekasihnya tadi. Sangat terlihat jelas diwajah kaget Nathan.
Kendaraan beroda empat itu berhenti di parkiran tempat biasa Hares meletakkan benda itu. Sebuah parkiran yang cukup besar untuk sebuah rumah, bukan satu atau dua mobil yang berada disana, tetapi ada 9 ditambah mobil yang baru saja di parkiran oleh Hares menjadi 10. Hares jarang memakai 9 mobil lainnya.
"Ada apa?" Tanya Hares pada Noah saat dia mendapati raut wajah Noah yang tertekuk, sedang memikirkan sesuatu.
Noah hanya menggeleng diikuti senyum tipis yang dipaksakan "Tidak ada apa-apa." Setelahnya Noah membuka sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil itu, diikuti oleh Hares.
Senyum nakal Hares merekah saat pikiran mesum menjalar dikepalanya. Secara tiba-tiba, pria bertubuh kekar itu menggendong tubuh Noah ala bridal style.
Lantas hal tersebut berhasil mengundang pelototan dari Noah. Dia sedang tidak dalam mood untuk memuaskan nafsu Hares yang besar itu.
"Kau mau apa?" Tanya Noah malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boss Need Me |END|
Romance[21+] [Warning!!] [#Cerita ini banyak mengandung adegan sex!! #tidak cocok dibaca oleh anak-anak berumur 17 tahun kebawah #kalau masih nekat, konsekuensinya ditanggung sendiri #BOY♡BOY/Homo] "Noah adalah milikku, berani menyentuhnya, jangan harap...
