Pria itu tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat dirinya sudah terkepung oleh sejumlah pria lainnya. Semua anak buahnya juga terkapar tak berdaya dilantai.
"Kalian mau apa, Bird Gift tidak ada masalah dengan Dragon East." Ujar pria itu mencoba untuk melarikan diri dari orang-orang yang cukup berbahaya ini.
Brian yang mendengar celotehannya hanya bisa tersenyum simpul. Jika dia tidak memiliki masalah dengan Dragon East, mereka semua tidak akan membuang-buang waktu ditempat itu.
"Tidak ada masalah kau bilang?" Tanya Brian penuh penekanan, wajahnya yang ramah seketika berubah menjadi sangar jika sudah dihadapkan dengan mangsanya.
Dia melemparkan sebuah map kuning yang dibawanya pada pria yang tengah gemetaran itu. Pria itu membuka map tersebut, disana dia mendapati banyak foto yang menunjukkan dirinya tengah menghajar anak buah Dragon East.
"Aku tidak bermaksud melakukannya!! Aku terpaksa!" Sergah Pria itu. Brian menoleh kebelakang, tepat kearah Hares yang duduk tenang dengan kaki bersilang.
Hares berdiri, berjalan mendekati pria itu dengan wajah dinginnya. Sangat dingin sampai bulu kuduk semua orang yang berada diruangan itu berdiri. Hares bukanlah orang biasa. Mencari masalah dengannya? Kau akan menerima mimpi buruk yang paling buruk didalam hidupmu. Kematian!
"Siapa yang memerintahmu." Tanya Hares tenang namun terasa begitu mencekam. Pria itu menutup mulutnya rapat-rapat, dia tertunduk, sama sekali tak bisa melakukan apa-apa.
"Sepertinya dia bisu, paksa dia untuk berbicara." Perintah Hares dan langsung dituruti anak buahnya.
Pukulan, tendangan, hantaman, semua diterima pria itu sampai dia tidak sanggup untuk berdiri lagi. Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, dia merangkak, meminta pengampunan dari Hares. Hal inilah yang digemari oleh Hares, saat seseorang datang merangkak, menyentuh sepatu mengkilapnya dan meminta pengampunan padanya.
"Ku..mohon....maafkan...aku" pinta Pria itu lemah tepat dibawah kaki Hares.
Hares menundukkan kepalanya, dengan tatapan dinginnya, dia kembali bertanya pada pria itu "Siapa yang memerintahmu?"
"Wolf Axe.. mereka memaksaku untuk merebut wilayah kecil milikmu...jika aku melakukannya, maka Wolf Axe akan menjadikan Bird Gift sebagai bagian dari Wolf Axe tanpa merebut wilayah kekuasaan kami." Ujar Pria itu.
Hares menepis kakinya dari pergelangan pria itu, lalu menendang-nendang tubuh pria itu sampai orang tersebut tidak dapat bersuara lagi.
"Jadi kau mau menghancurkan kekuasaanku dengan para anjing itu?" Ujung bibir Hares terangkat sebelah "Kalau begitu kau tak punya alasan untuk hidup." Ujar Hares tenang dengan kaki masih menendang-nendang tubuh pria itu. Setelah puas, dia berjalan mendekati Brian, membisikkan sesuatu padanya.
'Aku lupa membawa pistol.. buat dia menderita dulu, lalu habisi dia.'
Brian sudah menduga Hares akan membisikkan ini padanya. Sudah menjadi kebiasaan Hares membuat Brian bekerja ekstra. Sementara Brian bersenang-senang, Hares malah melesat pergi.
******
"Tak kusangka ternyata kau liar juga." Goda Nathan pada Noah saat mereka tengah makan siang dikantin kantor. Noah sangat malu akibat Hares, dan tak terpungkiri juga karena Nathan yang tak henti-hentinya menggodanya.
"Ku mohon berhenti meledek ku, ini sangat memalukan." Ujar Noah, berhasil mengundang tawa dari Nathan, Lucas, Rina, Harris dan Lucy.
"Kenapa memalukan, kau bukan anak SMA lagi, yang malu-malu kalau ketahuan nonton porno." Ujar Lucy frontal.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boss Need Me |END|
Romance[21+] [Warning!!] [#Cerita ini banyak mengandung adegan sex!! #tidak cocok dibaca oleh anak-anak berumur 17 tahun kebawah #kalau masih nekat, konsekuensinya ditanggung sendiri #BOY♡BOY/Homo] "Noah adalah milikku, berani menyentuhnya, jangan harap...
