My Boss Need Me|19

16.7K 1.4K 11
                                        

Kasih author vote sebanyak-banyaknya

******

Noah berniat untuk kembali ke apartemen Nathan sebelum ia mencari pekerjaan di tempat lain. Namun sebuah mobil yang begitu dikenalnya berhenti tepat di hadapan pemuda itu. Kaca jendela mobil itu terbuka, memampangkan wajah dingin Hares yang duduk di bangku belakang.

"Apa lagi yang kau tunggu, naiklah, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan jalang seperti mu." Sebenci apa Hares pada Noah sehingga ia tega menyayat hati yang di berikan Noah padanya dengan kata-kata kejam itu.

Noah tidak ada niatan ingin berbincang barang sedetik pun pada Hares, bahkan sekarang ia sangat ingin menghapus pria itu dari ingatannya. Tapi, keinginannya tersebut tidak dapat terpenuhi saat anak buah Hares memaksanya untuk masuk kedalam sana. Noah yang kalah kuat hanya bisa pasrah memasuki mobil itu. Pak Sakata yang menjadi supir Hares turun dari mobil tersebut, meninggalkan Noah dan Hares berdua di sana.

"Kau ingin bicara apa?" Tanya Noah tanpa menatap lawan bicaranya itu. Sebelum mengeluarkan suaranya, Hares memberi Noah sebuah amplop cokelat besar.

"Ini..apa?" Tanya Noah kembali.

"Buka saja." Jawab Hares dingin, tanpa berlama-lama lagi Noah segera membuka amplop tersebut. Ia semakin di buat bingung dengan isi amplop itu. Sebuah tiket pesawat dan passport juga sebuah keycard berada di dalam sana

"Tiket dan passport ini untuk apa, dan keycard ini juga?" Tanya Noah.

"Kau akan pergi ke LA, itu keycard untuk apartemen mu di sana." Jelas Hares singkat.

Noah mengerutkan keningnya, matanya juga terasa panas mendengar ucapan Hares barusan. Apa dia mencoba untuk menyingkirkan Noah dari hidupnya?

"Aku tidak mau!" Tolak Noah mentah-mentah.

"Aku tidak menerima penolakan."

"Kenapa kau sekejam ini dengan ku? Jika kau membenciku dan meminta ku untuk menjauhi mu, maka akan kulakukan. Tapi tidak begini caranya." Air mata Noah menetes, rasa sakit itu sudah tidak dapat tertahankan olehnya.

"Aku tidak akan pergi!" Tandas Noah.

"Sudah ku bilang aku tidak menerima penolakan. Pergi atau nyawa Nathan yang menjadi taruhannya." Sontak Noah membelalakkan matanya pada Hares. Bagaimana bisa dia memberi pilihan seperti itu.

"Kau tidak akan melakukannya!"

Hares tersenyum smirk "Jangan meragukan semua perkataan ku jalang, kau tahu aku tidak pernah bermain-main jika ingin menyingkirkan nyawa seseorang." Ucap Hares masih dengan nada yang sama dinginnya seperti sebelumnya dengan mata yang menyorot Noah tajam. Tidak pernah Noah ditatap sesinis itu oleh Hares.

"Ku mohon jangan lakukan ini padaku." Mohon Noah dengan air mata kembali membanjiri pipinya. "Dan juga, Nathan tidak bersalah apa-apa." Timpal Noah kembali.

"Tidak bersalah? Dia bersalah karena sudah mengetahui aib ku. Berhubungan dengan mu adalah aib, mengerti?" Semakin lama Noah berada di dekat Hares, semakin sakit yang dirasakannya. Kenapa kebahagiaannya tidak pernah bertahan lama?

"Jika memang kau menganggap hubungan kita selama ini adalah aib.. maka aku akan pergi." Putus Noah pada akhirnya. Tidak ingin merasa semakin tersakiti, Noah pergi keluar dari mobil Hares segera. Mungkin dengan Noah pergi jauh dari Hares, dia akan melupakan pria itu dan juga melindungi Nathan yang selama ini selalu baik padanya.

Saat keluar, Noah langsung di sambut oleh pak Sakata yang tersenyum paksa, tampak raut kesedihan terukir di wajahnya. Walaupun pertemuan mereka sangat singkat, namun pak Sakata dan Noah sudah cukup dekat. Sedih rasanya berpisah dari orang-orang terdekat kita.

My Boss Need Me |END|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang