My Boss Need Me|16

18.5K 1.4K 24
                                        

"Arsen...jangan pergi...Arsen.." Orion bergumam dalam tidurnya, bayangan seorang pria berwajah mania nan lembut itu memudar. Membuat Orion yang masih terjatuh dialam bawah sadarnya mengarahkan tangannya mencoba meraih pria bernama Arsen itu. Senyum tipis terlukis diwajah tegas nan tampan itu saat jemarinya merasakan kulit mulus dari Nathan yang berada disampingnya.

"Hei om! Kau sudah sadar?" Nathan mencoba untuk membangunkan Orion saat pria itu mengelus lembut pipinya. Senyum Orion memudar saat wajah Arsen yang berada di mimpinya berubah menjadi wajah Nathan yang tidak di kenalinya. Perlahan namun pasti, mata Orion terbuka seiring dengan tubuhnya yang di guncang perlahan oleh Nathan.

Nathan mendesah lega "Akhirnya kau siuman juga setelah berhari-hari tidak sadarkan diri." Ucap Nathan lega.

Orion mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok Arsen yang tadi ada di alam mimpinya, melihat Orion yang tidak tenang itu Nathan segera bertanya.

"Kau kenapa?"

"Arsen..di mana.." Orion tampak masih belum sepenuhnya sadar, omongannya masih ngelantur dan fokusnya sedang tidak berada di satu arah. Melihat Orion yang seperti ini, membuat Nathan menghapus penilaian buruk tentang Orion. Pria itu ternyata mudah rapuh di balik wajah tegas dan tubuh kekarnya.

"Ar..sen?" Tanya Nathan ragu.

Wajah Orion yang semula tampak sendu berubah menjadi tegas dan dingin seperti biasanya saat kesadarannya mulai membaik.

"Seharusnya kau membiarkan ku mati bocah!" Rutuk Orion, rahangnya mengeras saat ia merasa kesal akan takdir yang diberikan Tuhan padanya. Mendengar ucapan Orion barusan, Nathan mengkerutkan keningnya kesal.

Entah kenapa dia ingin mendengar kata terima kasih dari pria itu karena telah menyelamatkannya, bukannya rutukan yang seakan menyalahkan dirinya karena telah menolong seseorang.

"Berhenti memanggilku bocah dasar sialan! Dan seharusnya kau berterima kasih pada ku karena aku telah menolong mu! Kau tahu aku bahkan mengorbankan nyawa ku demi membawa mu ke tempat sialan ini! Aku benci rumah sakit tapi aku harus datang selama berhari-hari ke tempat ini untuk mu sialan!"

Orion melayangkan tatapan menusuknya "Aku tidak meminta mu untuk menolong ku!"

Nathan terkekeh kecil "Apa? Kau bilang kau tidak membutuhkan pertolongan ku?"

"Jika kau tidak membutuhkan pertolongan ku, lantas kenapa kau meminta ku untuk membawa mu menjauh dari pria-pria yang ingin membunuh mu! Jika kau ingin mati maka matilah ditempat lain, jangan mati dihadapan ku, karena itu sangat menyakitkan!" Setetes cairan bening mendarat dipipi Nathan, dia tidak suka jika membicarakan kematian, karena itu akan mengingatkannya pada kenangan menyedihkan di masa lalunya.

"Kau tahu..lebih baik aku dicambuk seribu kali daripada harus melihat seseorang mati dihadapan ku...dan ku mohon hiduplah...karena di luar sana masih ada seseorang yang membutuhkan senyum mu."

Orion terbelalak mendengar ucapan Nathan barusan, dia juga sedikit kaget dengan reaksi Nathan yang menangis di hadapannya. Kata-kata Nathan barusan, adalah kata-kata yang pernah di ucapkan oleh seseorang pada Orion, Arsen.

"Kenapa kau menangis?" Tanya Orion.

"Karena aku tidak ingin kau mati."

******

"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu." Brian memasuki ruangan Hares secara langsung tanpa mengetuk atau memanggil nama Hares.

Hares yang awalnya berkutat pada layar komputernya mendesah gusar dengan tingkah Brian yang menyebalkan ini.

My Boss Need Me |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang