Nathan sudah menyusuri semua ruangan yang ada di rumah itu, hampir semua tempat sudah di kunjunginya. Namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Noah di sana. Kini hanya tersisa satu ruangan, dan Nathan harap ruangan itu dapat menjadi tempat titik terang tentang keberadaan Noah.
Nathan meraih sebuah foto dan beberapa carik kertas yang terletak di atas meja yang ia yakini meja kerja Orion. Mata Nathan membulat saat ia melihat foto dan riwayat diri Noah di sana. Jadi benar jika Orionlah yang telah menculik Noah. Nathan menatap pria kekar yang sudah duduk santai di bibir kasur yang terletak tidak jauh dari tempat Nathan berdiri.
"Ini apa?" Tanya Nathan penuh penekanan. Tidak ada jawaban dari Orion.
"Jawab brengsek! Bagaimana bisa foto dan riwayat Noah ada di sini!"
"Ah~jadi dia yang bernama Noah, aku tidak membaca kertas itu dengan baik. Jadi, dia yang kau cari?" Tanya Orion seakan tidak tahu apa-apa.
"BERHENTI BERPURA-PURA DASAR SIALAN!" Bentak Nathan, dia tidak dapat mengontrol emosinya.
"Aku tidak tahu Nathan, bukan aku yang menculiknya, ku mohon percayalah pada ku." Mohon Orion, tatapan matanya menunjukkan jika ia ingin di percayai oleh lawan bicaranya itu.
"Percaya pada mu? Kau pikir aku bodoh?"
"Dengar Nathan, awalnya aku ingin melakukannya, awalnya aku ingin membunuhnya tapi aku tidak bisa!"
Nathan tersenyum kecut "Lalu kau berharap aku percaya?"
"Iya. Aku berharap kau mempercayai ku, karena aku mengatakan yang sejujurnya. Kau meminta ku untuk jujur maka aku jujur. Tapi sudah sejujur apa pun aku kau hanya berharap agar aku mengatakan jika memang aku yang menculik Noah, sekalipun itu tidak pernah terjadi!" Nathan terdiam, benar apa yang di katakan Orion, ia hanya berharap jika Orion mengatakan jika memang dia yang menculik Noah.
"Kau tahu orang yang berada di foto besar itu?" Tanya Orion dengan nada sendu. Nathan berbalik menatap sebuah foto berukuran besar yang tertempel indah di dinding, memampangkan wajah seorang pria yang tengah tersenyum lebar, wajahnya sangat manis dengan senyum tulusnya.
"Namanya Arsen.. seseorang yang amat ku cintai, tapi sekarang dia telah pergi meninggalkan ku. Dia telah pergi jauh dan tak akan kembali lagi." Nathan membulatkan matanya saat air mata Orion mengalir menjelajahi pipinya. Pria berwajah tegas dengan tubuh kekar, menangis? Seberapa sakit hatinya saat ini.
"Dan kau tahu siapa yang membunuhnya?" Tanya Orion, Nathan menggeleng.
"Seseorang yang amat ku percayai, seseorang yang sudah ku anggap keluarga, dia Hares. Rasa sakit yang ku rasa menjadi dua kali lipat. Sangat sakit kau tahu?"
"Kenapa..kau tidak bertanya pada Hares..apakah benar dia yang membunuh Arsen.."
"Kau pikir aku sebodoh itu? Kau pikir aku ingin mempercayai ini semua? Berulang kali ku tanya, dan berulang kali aku menginginkan jawaban dari Hares, sekali pun dia berkata bohong aku akan tetap mempercayainya! Karena aku tidak ingin persahabatan kami berakhir, tapi dia yang meminta ini semua. Dia pergi menjauhi ku, bahkan dia tidak datang ke pemakaman Arsen."
"Kau tahu..di dunia ini hanya Arsen yang dapat memahami ku..hanya Arsen yang menyayangi ku..bahkan kedua orang tua ku membuangku dan semua orang menjauhi ku, namun hanya Arsen dan Hares yang mau menerima ku, kau bisa membayangkan perasaan ku saat Hares juga meninggalkan ku kan? Aku membencinya! Dan aku ingin dia juga merasakan apa yang ku rasakan! Dan ku pikir dengan aku menyakiti atau membunuh orang yang dia cintai seperti dia membunuh orang yang ku cintai maka aku akan senang."
"Tapi kenyataannya..aku tak bisa melakukannya, karena aku memikirkan Arsen. Jika aku membunuh orang itu, maka dia akan sama seperti Arsen, maka akan ada Arsen dan Orion yang lain. Di tambah lagi Hares dulu pernah menjadi bagian dalam hidup ku. Rasanya hati ku sangat berat untuk melakukannya." Orion menunduk, tidak ingin Nathan melihat air matanya yang mengalir semakin deras.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boss Need Me |END|
Romance[21+] [Warning!!] [#Cerita ini banyak mengandung adegan sex!! #tidak cocok dibaca oleh anak-anak berumur 17 tahun kebawah #kalau masih nekat, konsekuensinya ditanggung sendiri #BOY♡BOY/Homo] "Noah adalah milikku, berani menyentuhnya, jangan harap...
