Part.21 - Aku Rasa

593 109 31
                                        


WINDY DAY
Wednesday, 20/11/2019


Langkah kaki Doyoung semakin memelan tatkala ia melihat Sehun dan Sejeong keluar dari gerbang sekolah, entah mengapa ia menyembunyikan dirinya di balik tembok.

Di seberang jalan seorang wanita berdiri dengan tangan memegang kamera menutupi bagian atas wajah, sepertinya ia akan mengambil gambar dan lensanya menangkap kehadiran Sehun dan Sejeong. Tentu saja dia mengenal kedua orang tersebut, diturunkannya kamera sehingga senyum liciknya terlihat.

“Wanita itu?” gumam Doyoung yang mengenali wanita di seberang jalan, adalah seseorang yang membuatnya terjatuh dari sepeda beberapa minggu lalu. “Kenapa dia mengambil gambar Sehun dan Sejeong,”

Tanpa sadar Doyoung membiarkan kedua temannya pergi, dia lebih penasaran dengan gadis berambut pendek sebahu yang terus saja mengambil gambar. Bukankah itu tidak benar, seperti paparazi saja. Tak butuh waktu lama untuk Doyoung berada di depannya…

Gadis itu adalah Im Seola yang beberapa hari lalu menemani Sejeong bolos sekolah. Seola dikejutkan dengan kehadiran tiba-tiba Doyoung di depan kameranya,

“Mengagetkan saja!” Seola menurunkan kamera, terpaksa menghentikan aktivitas memotretnya.

“Apa yang kau inginkan dengan mengambil gambar orang lain tanpa meminta izin?” tanya Doyoung sedang Seola masih menenangkan diri dari keterkejutannya, Seola ingat pertemuannya dengan Doyoung yang merupakan murid akademik seni Youngwoon itu,

“Jawab aku! Kenapa kau memotret teman-temanku!” desak Doyoung.

“Karena aku seorang potografer… da, dan mereka terlihat bagus bersama maka dari itu aku memotretnya.” jelas Seola agak terbata.

“Tetap saja kau tidak boleh mengambil gambar secara diam-diam!”

~cekak… Seola memotret Doyoung.

“Apa yang kau lakukan!” kesal Doyoung tak terima.

“Mengambil gambarmu,” ucap ringan Seola sembari melihat hasil gambarnya, kini ia menatap penuh harap pada lawan bicaranya, “Apa kau mau menjadi model ku?” tambahnya tersenyum ramah, merasa yakin bahwa Doyoung akan menerima tawarannya.

“Membuat kesal saja!” senyum Seola hilang seketika, “Berhenti mengambil gambar orang sembarangan, sebelum kau terkena masalah!” gertak Doyoung berjalan meninggalkan Seola.

Gadis itu mengedikan bahu tak percaya, sekaligus tak mau ambil pusing dengan apa yang dikatakan Doyoung. “Dia selalu saja marah-marah jika bertemu denganku,” cibir Seola menatap kepergian laki-laki yang ia akui memiliki wajah imut ketika sedang marah.

~Ŵĩńďŷ Ďàŷ~

Meja yang awalnya penuh dengan makanan kini tinggal menyisakan beberapa saja. Seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Sehun membulatkan mata menatap Sejeong dengan mulut penuh makanan. Sesekali gadis itu menegak minumannya dan kembali menyantap makanan, tanpa menyadari ada orang yang memperhatikannya.

Kali ini Sehun tersenyum, dia berpikir pasti Sejeong sangat lapar dan tak lama tawa renyahnya terdengar ketika melihat noda bekas makanan di sudut bibir Sejeong.

Dengan sigap Sehun mengambil tisue, menyodorkannya pada Sejeong. "Bersihkan mulutmu," titahnya mengayunkan tangan, tanpa berpikir panjang Sejeong menyambar tisue.

"Ini karena aku sangat lapar," Sejeong menggunakan tisue dengan sekali hentakan, dari arah kanan ke kiri sehingga berhasil menyapu bersih noda di mulutnya.

Windy DayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang