Keadaan ini membunuhku, aku berusaha keras untuk meninggalkanmu, tapi aku takut. Aku takut jika aku tidak siap untuk kau benci.
🐢
"Key!" panggil seseorang dibalik sekat meja tepat disebelahnya.
"Ya" jawab Key sembari memundurkan kursinya untuk dapat melihat orang yang barusan memanggilnya. Siapa lagi jika bukan Aksa, tanpa Key tahu laki laki disebelahnya itu terkejut saat ia menyahutnya, sangat terlihat dari raut wajahnya saat ia menyembulkan kepala dibalik sekat yang membatasi meja mereka berdua.
"Lo denger gue?" tanya nya dengan wajah yang berseri seri plus kaget.
Key menatapnya sejenak sebelum ia menjawab "gue kira lo panggil gue" Key kembali menarik kursinya dan lanjut belajar seperti sebelumnya.
"Key!" Aksa terdengar kembali memanggilnya, namun kini Key tidak menyahutnya, Aksa sedang mempermainkannya.
"Keylaaaaa"
"Keyyyy" Key mendesis karena merasa terganggu, ia jatuhkan pulpen nya keatas buku lalu melihat kesumber suara.
"AKSA!" bentaknya membuat banyak mata tertuju pada mereka.
"Kenapa lo terus ganggu gue?!" tanya Key marah.
"Gue suka sama lo!" jawab Aksa begitu mudahnya.
"Cieeeeee!" goda semua orang, melihat kelasnya ribut Adrian hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
Key menatap Aksa kesal, kenapa dia harus mengatakan itu? Semua orang menatap mereka berdua, Key benar benar malu.
Tidak ingin menjadi pusat perhatian, Key segera kembali duduk menghadap mejanya, berkutat pada buku buku nya seperti sebelumnya.
Aksa terlihat menyesal, terutama saat ia melihat Key yang terlihat terganggu karena ulahnya. Berniat untuk berbicara Aksa mendekatkan dirinya pada gadis itu.
"Maafin gue, tadi refleks" jelasnya pelan, sementara Key masih diam.
"Key, lo marah?" tanya Aksa.
"Gak"
"Terus?"
"Gak papa"
"Baiklah teman teman, waktunya untuk pulang. Sampai jumpa lusa dan semangat terus untuk belajar!" seru Adrian sembari membereskan mejanya.
Semua orang pun menghela nafas dan mulai bersiap untuk pulang. Dengan cepat Key melupakan kejadian yang baru saja terjadi, ia bergegas membereskan barang barangnya agar bisa sampai rumah dengan cepat.
"Key pulang sama gue yuk!" ajak Aksa dimeja sebelah.
"Gak usah!"
"Sekali ini aja, anggap aja sebagai tanda pertemanan"
"Gak bisa Aksa" Key menggendong tasnya dan berjalan menuju pintu keluar.
"Sampai jumpa lusa, Pak!" pamitnya.
"Sampai jumpa Key, hati hati diperjalanan" jawab Pak Adrian.
"Sampai jumpa Pak!" pamit Aksa sembari berlari mengejar Key.
"Key! Ayolah, hari ini saja!" Aksa terus memaksa Key yang terus berjalan menjauhinya.
"Aksa, gue gak mau nambah masalah, jadi tolong biarin gue pulang sendiri oke"
"Lo punya pacar?"
"Bukan urusan lo"
"Sekali aja Key!"
"Gak mau" Key mempercepat langkahnya namun Aksa yang nekat malah menghalangi jalannya.
"Please" mohonnya sembari merentangkan tangan mencegah Key pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keyla [COMPLETED]
Teen Fiction[BELUM DI REVISI] Berkisah tentang kehidupan bahagia Keyla Yang tak pernah ia duga kebenarannya. Kisah ini panjang, Kisah terindah dalam hidup Keyla yang membawanya pada suatu titik, titik dimana Keyla kehilangan tujuan hidupnya. Kisah ini tak rumit...
![Keyla [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/150144141-64-k556160.jpg)