Tubuh Athena bergetar hebat, pupil matanya mengecil dan bergetar dalam satu waktu, bahkan nafasnya tertahan tanpa alasan. Air matanya semakin deras, dan raut wajahnya sungguh sangat menyedihkan seperti seseorang yang kehilangan harapan, namun itu sama sekali tak membuat hati Kaisar luluh, justru sebaliknya pria itu semakin gencar menekan Athena agar wanita itu patuh kepadanya.
"Jika kau mengerti, buka mulutmu."
Setelah mengatakan itu, Kaisar menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Athena. Melihat wajah bayi Athena yang menangis membuat gairahnya memuncak, entah mengapa wajah menangis wanita itu justru menjadi pemandangan menarik baginya. Ketika wajah mereka semakin mendekat, Kaisar segera memotong jarak diantara mereka dan menempatkan bibirnya pada bibir Athena.
"Ah... Tidak. Tungg--"
Cup.
"Nghh--"
Bibir mereka kini sudah saling bersentuhan, namun Athena tak juga membuka mulutnya seolah memasang pintu agar menghalangi masuknya lidah Kaisar untuk menjelajahi ruang di dalam.
"Heup--mmm."
Kesal akan penolakan yang masih ditunjukkan Athena bahkan setelah semua ancaman yang ia berikan, Kaisar tak ada pilihan lain, ia segera mengulurkan tangannya dan menempatkannya di leher Athena.
"Sudah ku bilang, berhenti menolak ku. Kau membuat ku semakin jengkel, kau tahu aku punya batas kesabaran." tekannya.
Pada detik itu, Kaisar menekan ibu jari dan jari telunjuknya yang melingkar di leher Athena, tangan itu segera mencekik leher Athena hingga membuat napas Athena tertahan dan terasa sedikit sesak. Tatapan dari mata kuning itu dipenuhi nafsu yang menyala, dibalik wajah yang terlihat tenang terdapat gairah dan nafsu yang tersembunyi.
"Buka." ucap Kaisar yang terdengar seperti perintah.
Tekanan yang diberikan pria itu berhasil membuat Athena tak bernyali. Sekarang, Athena sudah berada di titik dimana ia tak bisa memberikan penolakan lagi, karena jika itu dilakukan, hanya neraka yang menunggunya di depan sana.
Cup.
Di detik selanjutnya benda kenyal yang basah itu berhasil mendarat kembali dengan sempurna diatas bibir cantik Athena. Sentuhan itu mengalirkan sensasi dingin dari dua kulit asing yang saling bersentuhan. Tak butuh waktu lama benda kenyal itu kembali berulah dengan menyedot dan menyesap bibir Athena secara membabi buta.
"Nghh--Mmhh...!"
Kaisar mempererat cengkeraman jari-nya pada leher Athena sebagai bentuk peringatan terakhirnya pada wanita malang itu, berkat hal itu Athena akhirnya membuka mulutnya meskipun ragu-ragu.
Pada saat itu, Kaisar tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, ia segera menelusupkan lidahnya masuk ke dalam mulut Athena. Pria yang dikuasai oleh nafsu itu menghisap, mencecap, dan juga menyedot lidah Athena seperti bayi yang haus akan Asi Ibunya. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan menggunakan kedua tangannya untuk menahan kepala Athena dan memperdalam ciuman mereka.
"Aaah...! Heuk--Nghh! Mmmhh--hufff!" erang Athena berusaha mengambil nafas dalam. Meskipun mereka berada di daratan, rasanya Athena seperti tenggelam dalam lautan dalam hingga membuatnya sulit untuk bernafas.
"Haa..."
Suara decapan dari lidah yang saling membelit serta bibir yang saling menyedot memenuhi ruangan, ruangan yang semulanya tenang itu dihiasi suasana panas yang menegangkan sekaligus menggairahkan.
Momen itu berlangsung cukup lama, perasaan yang dirasakan Athena masih sama seperti terakhir kali. Rangsangan yang diberikan pria itu membuat tubuhnya terasa lemas, tehnik yang digunakan begitu lihai dan terlatih, dan Athena tak sanggup menyeimbangi-Nya. Setiap waktu yang berlalu membangkitkan ingatan kelam di masa lalu, ingatan itu mulai terkumpul sedikit demi sedikit seperti potongan puzzle yang menyatu satu-persatu membentuk sebuah gambar yang sempurna.

KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Touch My Baby! || Dewasa
Fantasy⛔ 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 & 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐤𝐨𝐬𝐚𝐚𝐧 [Follow untuk membuka bab terkunci] ᴀᴛʜᴇɴᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴛɪɴɢɢᴀʟ ᴅᴇɴɢᴀɴ ᴘᴀᴍᴀɴ & ᴋᴇᴅᴜᴀ sᴇᴘᴜᴘᴜɴʏᴀ sᴇᴊᴀᴋ ᴋᴇᴍᴀᴛɪᴀɴ ᴏʀᴀɴɢ ᴛᴜᴀɴʏᴀ ᴅᴀʟᴀᴍ ᴋᴇᴄᴇʟᴀᴋᴀᴀɴ. ᴍᴇʟᴀʟᴜɪ ᴘᴇɴʏɪᴋsᴀᴀɴ ᴅᴀɴ ᴘᴇɴɢᴀɴɪᴀʏᴀᴀɴ, ᴀᴛʜᴇ...