🔞 𝐏𝐄𝐑𝐈𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐍🔞 Bab ini berisi konten yang menyebabkan trauma seperti pemaksaan/pemerkosaan. Tidak di perkenankan untuk pembaca dibawah usia 18 tahun.
###
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kaisar memerintahkan Athena dengan tegasnya, kini ia duduk di tepi ranjang tepat di hadapan Athena, raut wajahnya menunjukkan rasa bosan dengan matanya yang hanya terbuka setengah.
"B-Baiklah." jawab Athena ragu-ragu.
Athena mulai melepaskan satu-persatu kain usang yang melekat pada tubuhnya, sedikit demi sedikit tubuh putih yang dipenuhi lebam dan memar itu mulai terlihat, namun hal itu tak mengganggu minat Kaisar pada tubuh Athena.
"A-Apa aku harus melepas semuanya...?" tanya Athena malu, pasalnya sudah hanya dalaman saja yang tersisa untuk membungkus tubuhnya, namun Kaisar masih tak bergeming sedikitpun.
Kaisar bisa melihat rona merah samar yang terbentuk di pipi, telinga, serta bahu Athena, kulit putih membuatnya terlihat semakin jelas, dan entah mengapa tubuh penuh lebam itu justru masih membangkitkan gairahnya.
"Haa... Sial." - umpat Kaisar dalam hati.
"Setelah kau telanjang, buka kakimu."
"E-Eh? A-Apa???"
"Aku tidak akan bicara 2 kali."
Athena terdiam, "I-Iya, baiklah..." jawabnya.
Athena kembali melepas dalaman yang ia pakai, Athena lalu membuka kakinya seperti apa yang diperintahkan Kaisar padanya. Dengan tangan yang menutupi dada serta selimut yang menutupi daerah kemaluannya, Athena kembali bertanya, "A-Apa seperti ini tidak apa-apa...?"
Geram akan Athena yang terlihat ragu-ragu tidak seperti sebelumnya, Kaisar langsung menarik pergelangan kaki Athena dan membuka lebar-lebar kedua lututnya.
"Berhenti ragu-ragu! Kau membuatku menunggu!"
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.