David bersujud di depan Kaisar, "M-Maafkan saya, Baginda! Saya sungguh sangat lancang! H-Hari ini, entah mengapa pikiran saya sedang tidak ada di tempat!"
"...?"
"S-Saya tidak melakukannya secara sengaja, Baginda! Tolong maafkan saya! Saya bersedia menjalankan setiap hukuman yang Anda berikan! Tolong berikan kemurahan hati Anda."
Kaisar tak membalas, ia masih menatap datar orang di depannya seakan tak memiliki minat setitik pun, "Baru kali ini aku merasa terganggu di waktu santai ku. David Agrecia, dia juga terus memerhatikan anak ini, apa dia sadar akan sesuatu?" - batin-Nya.
"Kalau begitu, pergilah ke perbatasan."
"Y-Ya?"
Kaisar menunjukkan senyum mengejek ke arah David, "Mengapa? Kau tidak ingin?"
"T-Tidak, mana mungkin saya menolak perintah Anda, Baginda?"
"Haha... Kau akan bertugas di perbatasan selama 2 bulan, jangan pernah kembali sebelum menyelesaikan hukuman mu itu."
"B-Baik... Baginda."
"Sekarang, pergilah. Aku sangat sibuk."
"Y-Ya... Kalau begitu, saya permisi, Baginda..." ucap David dengan raut wajah gugup.
Setelah mengatakan itu, untuk terakhir kalinya David mendongak menatap Ethan sebelum kemudian ia berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu.
Di perjalanan, David sama sekali tak dapat melupakan apa yang ia lihat, terutama sosok anak kecil yang duduk di samping Kaisar. David jelas tahu siapa anak itu, dari rambut dan matanya, bisa dengan jelas dilihat jika anak itu merupakan anak Athena dan Kaisar.
Mata hijau adalah warna yang sangat jarang di Kekaisaran Ozilea, itu adalah warna mata yang di miliki oleh orang-orang dari benua Loka, sementara Ozilea adalah benua Ossil, dan saat ini di Kekaisaran Ozilea, belum ada yang memiliki bola mata hijau seperti itu selain Athena dan Ibunya, Illea. Meskipun ada pun, warna yang di miliki Athena jauh lebih spesial, matanya selalu bersinar cerah seperti permata zamrud.
"Aku yakin anak itu adalah Anaknya Athena, mengingat bagaimana dia tiba-tiba menghilang 5 tahun lalu dan muncul kembali di dekat kuil wilayah selatan. Anak itu juga berada di kuil bersama Baginda, apa mungkin Baginda tahu itu adalah Anaknya?" - batin David.
David masih berjalan sambil berpikir dalam diam.
"Namun jika Baginda tahu itu anaknya, tidak mungkin dia masih menghindari tekanan para bangsawan yang memaksanya untuk segera memiliki keturunan dengan cara memilihkan Ratu, dia bisa mengatakan bahwa dia sudah memiliki Putra yang bahkan sudah besar sekarang. Itu berarti ada kemungkinan bahwa Baginda belum tahu jika anak itu adalah Anaknya..." batin David, "Sebenarnya, apa yang kau rencanakan, Athena...?"
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.