#22 Perjanjian

34.9K 1.5K 231
                                    


Tatapan Athena kembali teralihkan oleh secarik kertas kecil yang berada dibawah tas itu, Athena mengulurkan tangannya menyentuh kertas itu kemudian membacanya.

'Gunakan semau mu.'

Tiga kata yang terdapat di dalam catatan kecil itu berhasil membuat Athena terdiam. Dari awal Athena sudah tahu jika Kaisar tak membutuhkannya, meskipun begitu ia tetap berusaha bergantung pada seutas benang harapan yang ia lihat dari pria itu.

Athena menghapus air matanya yang mengalir membasahi pipi, gadis itu berbalik memunguti pakaiannya kembali yang berserakan di lantai lalu memakainya, ia bersiap untuk pergi dari kediaman. Sesungguhnya, Athena sama sekali tak terkejut bila akhirnya Kaisar meninggalkan-Nya, karena dialah yang paling mengerti betapa tak berarti-Nya dirinya bagi siapapun. Jadi, bukan hal yang mustahil pria itu meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Di bandingkan itu, Athena cukup merasa bersyukur karena pria itu masih berbaik hati(?) memberikan banyak permata dan koin emas serta perak untuknya, setidaknya dengan uang itu Athena bisa melarikan diri tanpa harus takut mati kelaparan saat di perjalanan, dan Athena mungkin bisa menghidupi dirinya sendiri selama beberapa tahun kedepan.

***

Setelah hari itu, hari dimana Athena melarikan diri dari kediaman Count dengan menggunakan jalan sepi yang tidak diketahui banyak orang, Athena akhirnya berhasil keluar tanpa masalah. Beberapa hari berlalu, Athena mulai merasa pusing dan kehilangan tenaga, tubuhnya terasa sangat lemah, pada saat itu ia bahkan tak memiliki tempat untuk beristirahat.

Mencoba bergantung pada harapan yang tak pasti, Athena kembali mengingat sosok Kaisar, Athena berniat pergi ke istana Kekaisaran untuk menagih janji Kaisar yang bersedia menolong dan membawanya. Ketika gadis itu bejalan di jembatan untuk mencari kereta kuda sewaan, sebuah kereta kuda dengan kecepatan tinggi lewat disampingnya tanpa disadari.

Kereta kuda itu menyenggol tubuh Athena dengan cukup keras hingga membuat Athena terjatuh ke sungai yang ada dibawah jembatan. Saat itu jalanan tengah sepi, tidak ada siapapun yang menyadari jatuhnya Athena, pada momen itu Athena hanya bisa pasrah dan menerima bila mungkin ia akan segera mati.

Athena tersenyum sambil memejamkan matanya damai, "Yah, mungkin seperti ini lebih baik..." - batin-Nya.

Athena kehilangan kesadarannya, tubuhnya mengapung dan terbawa oleh arus. Arus itu membawa Athena menyebrangi wilayah Utara hingga sampai ke Selatan, tepatnya di kuil suci. Entah keberuntungan atau apa, Athena secara tak sengaja ditemukan oleh pendeta dari kuil suci kemudian di bawa ke kuil.

Sejak saat itu, Athena tak pernah mengira jika ia akan tinggal disana untuk untuk waktu yang lama. Ada saatnya ia berpikir untuk pergi, namun semua itu terhalang karena suatu alasan. Tepat sebulan setelah Athena dinyatakan sembuh oleh dokter, di pemeriksaan akhir Athena diketahui telah hamil, dan itu adalah alasan utama Athena tak dapat pergi.

Pada awal kehamilan, Athena terus dibuat ketakutan akan masa depan yang akan ia jalani, namun di sisi lain ia senang karena akhirnya ia akan memiliki keluarga lagi. Dokter sempat menyarankan Athena untuk menggugurkan bayi itu demi kebaikannya, namun Athena menolak keras dan berkata bahwa ia akan mempertahankan Bayinya apapun yang terjadi. Mungkin karena terlalu banyak berpikir, dan merasa cemas di waktu-waktu tertentu, Athena akhirnya hampir kehilangan Ethan, Bayinya.

Namun, upaya besar-besaran untuk mencegah hal buruk terjadi terus Athena lakukan, ia bahkan rela memberikan seluruh harta yang ia terima dari Kaisar untuk pengobatannya. Berkat hal itu, entah bagaimana keadaan mulai membaik meskipun Athena semakin lemah dan lemah menjelang kelahiran Ethan, bahkan dokter sempat mengatakan untuk menerima hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Akhirnya, Ethan pun lahir, namun dengan keadaan prematur, dimana ia lahir lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Don't Touch My Baby! || DewasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang