#28 Marah 🔞

38.6K 1.1K 263
                                    

Obrolan mereka berlanjut. Suasana itu seolah memotong jarak diantara keduanya, perasaan canggung yang sebelumnya membebani kini telah hilang, dan mereka dapat leluasa menyatakan pendapat masing-masing. Hal itu tak luput dari perhatian Kaisar, pria yang mendengarkan obrolan itu hanya diam tanpa berniat ikut campur. Bahkan, uang yang sebelumnya telah dipersiapkan tidak jadi diberikan pada Athena, pria itu terlalu canggung untuk muncul di tengah-tengah obrolan kecil itu.

***

Satu Bulan Kemudian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu Bulan Kemudian...

Waktu yang berlalu bagaikan air sungai yang mengalir. Arusnya yang tidak begitu besar membawa dedaunan yang mengapung di permukaan, dan seperti daun yang mengikuti arus, Athena hanya menjalani hari-hari biasanya yang berubah sejak satu setengah bulan lalu.

Waktu yang Athena habiskan bersama Ethan memang terbilang lebih banyak dibandingkan sebelumnya, hanya satu waktu yang memisahkan mereka. Yaitu setiap malam dimana Athena harus pergi menemui Kaisar di istana.

Kini Athena tengah memakai kembali pakaiannya yang sempat terlepas setelah sebelumnya menghabiskan waktu panas dengan Kaisar. Sudah sejak satu bulan lalu Athena melakukan hal itu, namun sampai hari ini ia sama sekali belum terbiasa akan sentuhannya.

Athena menghela nafasnya lelah, tangannya tergerak menyentuh pinggangnya yang terasa kaku lalu menepuk-nepuk punggungnya dengan kepalan tangan. Setiap kali mereka melakukan hal itu, Athena akan berakhir merasakan sakit di pinggang dan punggungnya seperti yang sering dirasakan para lansia, padahal jika perkirakan, Athena adalah wanita muda berusia 20 tahun.

"Ukhh..." ringis Athena kecil.

Di ujung sana, tepatnya di sebuah sofa yang mengarah langsung ke tempat tidur, Kaisar tengah menatap lurus ke arah Athena sambil menghisap cerutu di belahan jari-jarinya. Jubah tidur yang terbuka memperlihatkan otot tubuhnya yang padat dan memukau itu.

"Jika kau lelah, kau bisa istirahat di sini." ucap Kaisar dengan nada rendah.

Athena mendongak kemudian menjawab, "Tidak apa-apa, saya ingin pulang." balas Athena.

Kaisar mendecakan lidahnya sambil memutar bola matanya malas, cukup kesal rasanya ketika memikirkan penolakan Athena setiap kali di suruh berdiam diri di istana, seolah-olah istana miliknya ini tidak lebih baik daripada gubuk kecil tempat Athena tinggal.

"Keras kepala." gumam Kaisar pelan.

"Apa Anda mengatakan sesuatu?" tanya Athena.

"Lupakan. Mengapa kau selalu pulang? Apa kau menganggap istana ku ini tidak ada apa-apanya di bandingkan kastil Agrecia?"

"Tidak seperti itu..." ucap Athena, "Mengapa dia berpikiran seperti itu?" batin-Nya bingung.

Don't Touch My Baby! || DewasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang