Athena tersentak. Bagaimana bisa Kaisar bertanya hal seperti itu padanya? Jelas dialah yang paling tahu siapa orang yang telah mengambil pengalaman pertama Athena dengan sangat mengerikan hingga hampir menjadi mimpi buruk.
Athena mengepalkan tangannya kesal, ia merasa direndahkan di sini, di detik selanjutnya Athena pun berbalik menghadap Kaisar, mata hijau itu menatap dengan kilap yang menyala, sorot matanya menunjukkan kemarahan.
"Apa yang Anda bicarakan sekarang?! Anda lah yang paling tahu semuany--"
"Bukan saat itu."
Athena tertegun, "A-Apa...?"
"Sebelum kau bertemu kembali denganku. Siapa pria yang tidur denganmu?"
DEG.
"A-Apa yang dia bicarakan? Tentu saja tidak ada. Aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun selain dia..." - batin Athena.
"Melihat mu yang diam saja, sepertinya itu memang benar. Katakan, siapa dia?"
Athena meremas ujung gaunnya, wajahnya mulai tertunduk, "Mengapa Anda bisa berpikir seperti itu...?"
"Mengapa? Bukankah aneh jika orang miskin sepertimu terbiasa menggunakan air suci? Kau bahkan bukan lagi bangsawan, kau tidak punya uang untuk membelinya."
Athena tersentak mendengarnya.
"Salah satu dari pendeta itu, bukankah kau tidur dengan mereka untuk mendapatkannya(air suci)?"
DEG!
"..."
"Mengapa kau diam? Kau tidak ingin menjawab ku?" tanya Kaisar.
Tubuh Athena mulai bergetar, "Untuk apa saya menjawab pertanyaan yang sudah jawabannya sudah sangat jelas?"
Kaisar menatap Athena dengan acuh, "Begitukah? Baiklah, karena kau bilang begitu, maka anggap saja begitu. Kau boleh pergi sekarang."
Bukannya pergi, Athena justru masih terdiam tanpa beranjak sedikitpun dari tempatnya. Wajah Athena masih tertunduk, rambutnya yang panjang menutupi wajah cantiknya hingga membuat Kaisar tak dapat melihat wajah Athena dengan lebih jelas.
"Mengapa kau tidak pergi? Sebelumnya kau sangat ingin pergi."
Athena menghela nafasnya sebelum menjawab, "Saya akan pergi... Tapi setelah saya mengatakan sesuatu pada Baginda." tuturnya.
Kaisar mengangkat alisnya, "...?"
Saat itu, wajah Athena yang sebelumnya tertunduk mulai terangkat, mata hijaunya terlihat berkilauan dengan air mata yang menggumpal di ujung matanya, wanita itu seperti tengah menahan tangis, dan hal itu membuat Kaisar tertegun di tempatnya.
"Saya ... bukan pelacur. Saya mungkin menerima apa yang Anda berikan pada saya 5 tahun lalu, namun keadaan lah yang memaksa saya untuk menerimanya. Saya memakainya untuk melarikan diri serta bertahan hidup dari siksaan Paman, bukan untuk hidup mewah." ucap Athena yang berhasil membuat Kaisar terdiam.
"..."
"Anda berbohong... Anda tidak membawa saya, sebaliknya Anda memperlakukan saya layaknya pelacur bayaran, bahkan sampai saat ini..." lirih Athena, "Saya ... mencoba membayar apa yang Anda berikan..."
"Apa...? Mengapa dia menangis?" - batin Kaisar bertanya-tanya.
"Maaf jika saya lancang, namun saya berpikir bahwa... Untuk orang seperti Anda, mungkin kehidupan seseorang tidak begitu berarti. Namun, itu berbeda dari saya. Saya menjunjung tinggi kehidupan saya meskipun sengsara, saya menghargai kehidupan yang di berikan kepada saya." ucap Athena, "Karena Anda telah menyelamatkan saya dari jeratan Paman, saya merasa sangat bersyukur. Itulah mengapa saya mencoba membalas budi pada Anda, hanya itu."

KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Touch My Baby! || Dewasa
Fantasy⛔ 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 & 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐤𝐨𝐬𝐚𝐚𝐧 [Follow untuk membuka bab terkunci] ᴀᴛʜᴇɴᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴛɪɴɢɢᴀʟ ᴅᴇɴɢᴀɴ ᴘᴀᴍᴀɴ & ᴋᴇᴅᴜᴀ sᴇᴘᴜᴘᴜɴʏᴀ sᴇᴊᴀᴋ ᴋᴇᴍᴀᴛɪᴀɴ ᴏʀᴀɴɢ ᴛᴜᴀɴʏᴀ ᴅᴀʟᴀᴍ ᴋᴇᴄᴇʟᴀᴋᴀᴀɴ. ᴍᴇʟᴀʟᴜɪ ᴘᴇɴʏɪᴋsᴀᴀɴ ᴅᴀɴ ᴘᴇɴɢᴀɴɪᴀʏᴀᴀɴ, ᴀᴛʜᴇ...