"Jung........jungkook."
"Argh........jung......kook."
"Tae-tae hyung..........."
"Dasar!" Jungkook menendang ringan tubuh Taehyung, membuat pemuda itu sedikit bergeser dari posisi awalnya.
"Apel berhargaku." Jungkook melewati Taehyung begitu saja dan mulai memungut apelnya.
"Aish....hyung, kalian menyia-nyiakan apel berharga ini." Jungkook masih sibuk dengan urusannya.
Sementara Taehyung menatapnya tak percaya.
"Yak......Jeon aku sekarat, dan kau memilih apel itu. Dasar kelinci menyebalkan." Taehyung masih dalam posisi bersimpuhnya.
"Sudah selesai dengan dramamu Tae!" Jimin berucap sinis, sementara Taehyung hanya memberikan senyuman konyolnya.
Taehyung mulai bangkit dari posisinya seraya menepuk pelan pakaiannya, guna membersihkan rumput yang melekat di tubuhnya.
Jimin mendekati Taehyung dengan tangan yang sibuk mengeluarkan sisa amunisi di pistolnya.
"Kemarikan tanganmu!" Jimin mengulurkan tangannya dengan tersenyum, sudah cukup Jimin dibuat pusing dengan drama seorang Kim Taehyung.
Taehyung menerima uluran tangan Jimin, dan mulai merapikan pakaiannya yang berantakan.
"Sudah puas dengan dramamu?"
"Ayolah Jim aku hanya bermain-main."
"Bermainmu tidak lucu Tae, bagaimana jika peluru itu benar-benar mengenaimu dan bersarang dikepalamu."
"Jimin kan hebat, kau tak akan membiarkan peluru itu mengenaku. Aku benarkan Jimin hyung."
"Enyahlah, kau menjijikkan Tae." Jimin mengusap badanya geli.
"Cooky, sampai kapan kau akan memungut apel itu." Jimin mendekati Jungkook yang masih sibuk di bawah pohon.
Jungkook hanya diam saja dengan menundukkan kepala. Badannya menghadap ke arah pohon.
"Cooky....." Jimin membalik badan Jungkook.
"Hyung, gigiku sakit.........!!"
Sementara itu didalam kediaman Kim para hyung line, tengah di mendapat email dari Tuan Kim. Isi email itu menyebutkan telah terjadi penculikan anak di taman bermain.
"Aish.......penculikan lagi?" Yoongi bangkit dari kursinya seraya menelan sisa cookisnya.
"Dimana para maknae?" Seokjin menutup laptopnya dengan menatap para adiknya.
"Aku mendengar suara tembakan di belakang, kurasa mereka sedang berlatih." Ujar Namjoon yang dibalas anggukan oleh Hoseok.
"Baiklah, Hoseok panggil mereka." Pinta Seokjin seraya berjalan menuju kamarnya.
Baru saja Hoseok hendak memanggil para maknae, mereka sudah terlebih dulu masuk kedalam rumah dengan membawa sekeranjang apel.
"Milikku." Taehyung yang baru saja tiba merebut toples keripik kentang dari tangan Yoongi.
"Tidak ada korban kali ini?" Tanya Namjoon dengan nada mengejek.
"Jimin hampir saja menembakku!" Pekik Taehyung, membuat remahan keripik kentang di mulutnya keluar.
Jungkook dan Yoongi secara kompak mengusap tubuh mereka yang terkena racun dari mulut Taehyung.
"Jimin mengapa kau melakukan itu?" Nada bicara Yoongi begitu mengintimidasi, Jimin meneguk ludah kasar apakah Yoongi akan memarahinya?
"Hyung.......aku......"
"Seharusnya kau tembak saja alien ini, lain kali lakukan dengan benar." Yoongi merebut kembali toples dari tangan Taehyung.
"Teganya kau hyung......!" Taehyung memasang wajah melasnya kearah Yoongi.
"Enyahlah!" Yoongi menendang kaki Taehyung.
***
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, para member 006 sudah ada di taman bermain. Setelah penjelasan panjang lebar oleh Namjoon mengenai misi kali ini.
Para maknae ditugaskan bersama Hoseok, mengecek titik buta CCTV di taman bermain itu. Sebelumnya Namjoon sudah terlebih dulu mengecek kamera pada penjaga taman bermain.
"Bukankah ini tempatnya?" Jimin berjalan mendekati bak pasir.
"Em......Namjoon Hyung berkata seperti itu." Taehyung mendekati Jimin.
"Tidakkah seharusnya kita menunggu Namjoon memberi informasi tentang titik buta CCTV dulu?" Hoseok membuka suara. Ia tidak begitu yakin dengan rencana para maknae.
"Bukankah, pihak taman terlalu lalai? Mereka membuat tempat seperti ini menjadi menyeramkan dengan kurangnya CCTV." Jungkook menatap kamera yang tidak jauh dari keberadaan mereka. Hoseok berdecak sebal karena para trio tidak merespon ucapanya.
"Kurasa CCTV sudah cukup memadai hanya saja peletakkannya yang kurang tepat, bukankah begitu Jim" Taehyung menatap Jimin.
"Kau benar Tae, CCTV diruang terbuka lebih sulit peletakannya dibanding dengan ruangan tertutup. Pandangan kamera yang terbatas membuat banyak titik buta."
Jungkook mengangguk paham
"Lalu bukankah terlalu sulit mencari titik buta CCTV?" Jungkook menatap Jimin yang masih sibuk entah menatap apa.
"Aku seorang sniper, pandanganku menyerupai CCTV. Dengan sekali melihat taman ini aku sudah bisa mengetahui dimana saja letak titik buta. Dan kurasa para penculik itu adalah orang yang terlatih."
"Lalu bisa kau jelaskan pada kami!" Hoseok mulai tertarik dengan pembicaraan para trio.
"Jika penculikan dimulai dari sini, maka mereka akan melewati kamar mandi setelah itu komedi putar, lalu pintu keluar. Jika mereka dapat memilih jalan dengan baik mereka akan terhindar dari CCTV."
"Tapi bukankan di pintu keluar terdapat CCTV?" Hoseok nampak belum yakin dengan hipotesa Jimin.
"Mau ku buktikan." Jimin berjalan menjauhi bak pasir, dengan di ikuti 3 member yang lain.
Jimin menghentikan langkahnya di dekat kamar mandi.
"Adakah yang berpikir sama sepertiku?"
Taehyung dan Jungkook menatap Jimin, kemudian mereka tertawa bersama.
Bersambung................
Halo semua ini adalah update terakhirku di tahun 2019.
Semoga ditahun 2020 aku masih rajin nulis ya.
Semoga suka sama ceritaku.......
Selamat menyambut 2020 semua.
😄😄😄😄😄😄
KAMU SEDANG MEMBACA
Suspicious
FanfictionMisi yang rumit untuk tujuh orang pemuda. Berbagai masalah datang secara bergantian. Cast : All member BTS
