Warning!!!
Banyak Typo Bertebaran...
.
.
.
.
.
.
.
SEKOLAH
Saat ini Rara sedang sibuk mencatat pelajaran yang ada dipapan tulis.
tiba-tiba saja bukunya ditarik oleh Aulia.
"Aulia lo apa-apaan sih balikin buku gw" ucap Rara
"gak akan" Aulia melempar bukunya ke Puput
"Puput balikin gak"
"sini deh gw kasih tau sama lo, jangan deket-deket sama kak Faul!" ucap Puput
"siapa juga yang deket-deket sama dia"
"lo kira gw gak tau, kemarin waktu ekskul karate lo pura-pura salah kan biar dibenerin sama kak faul, emang kecentilan ya lo sama guru sendiri" ucap Puput
"apa? Bukan gw kali yang kecentilan tapi kalian, kalian yang suka sama guru-guru disini, kenapa jadinya ke gw" ucap Rara
"karena lo makin hari makin deket sama mereka"
"ya, gw juga gak suka liat lo lgi sama kak Irwan, emang ya semua guru kita dia taksir, gak kak Faul gak kak Irwan semuanya di embat, cewe murahan" ucap Aulia
"kurang ajar ya lo" emosi Rara naik, akhirnya satu tamparan melayang dipipi Aulia.
"berani ya lo nampar gw" emosi aulia pun juga naik dibuatnya. Hingga ia berani menjambak rambut Rara, dan terjadilah jambak-jambakkan.
Ada beberapa murid yang melaporkan kejadian itu. akhirnya Pak Fildan datang melerai dan menghukum mereka berdua. Rara dan Aulia dijemur ditengah lapangan yang panas.
Putri mencoba bicara dengan Fildan agar tidak menghukum Rara, tapi Fildan tidak mau mendengar, dia hanya ingin kedua muridnya itu menuruti tata tertib sekolah.
"Rara lo baik-baik ajakan, gw udah bicara sama Pak Fildan tapi dia gak mau mencabut hukuman lo" ucap Putri
"gw gak papa kok Put lo tenang aja, ini semua juga gara-gara dia tuh" ucap Rara mnatap tajam aulia.
"apa lo, ini smua gara-gara lo nih,gw jadi dihukum kan" ucap Aulia
"udah gih Put lo kekelas aja, jam belajar kan masih ada, gw gak papa ko" ucap Rara
"yaudah deh gw kekelas dulu ya, nnti gw kesini lgi" ucap Putri
"iya"
45 menit berlalu Rara masih bertahan, sedangkan Aulia dia dengan enaknya duduk sambil mengibas-ngibaskan kipasnya. Tasya dan puput juga datang membawakan minuman untuknya. Dilihatnya Irwan lewat disana.
"Aul ayo berdiri diliatin kak Irwan" Tasya dan Puput langsung lari kembali kekelas.
"Aduh kepala gw kok jdi pusing gini" Rara memegangi kepalanya, sekelilingnya terasa berputar, penglihatan menjadi buram. tubuh Rara ambruk namun Irwan yang sedang ada disana langsung menangkapnya. Kesadaran Rara pun hilang, Irwan membawanya ke uks.
"caper lagi tu anak" gerutu Aulia
"aduh kak Irwan Aul jga mau pingsan nih" ucap Aulia lebay, namun Irwan tidak mengubrisnya.
Sudah berapa kali Rara masuk Uks, sepertinya Rara sudah jadi langganan di uks ini. Irwan membaringkan Rara diatas bangsal. Tubuhnya terasa sangat panas. Irwan memberikan kompresan dikepala Rara. Entah kenapa sejak pertama kali bertemu Rara, Irwan selalu ingin melindunginya dan menjaganya.
Rara sadar dari pingsannya. Tubuhnya lemas, dilihatnya Irwan tengah duduk disampingnya.
"lho kak Irwan" lirihnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Cinta Kita [COMPLETED]
FanfictionApa jadinya saat orang yang sangat kita cintai menikah dengan orang terdekat kita, dan tinggal satu atap sama kita? Pasti sakit banget kan atau mungkin bukan sakit lagi bahkan ada yang pengen mati :') Seperti itu juga yang dirasakan oleh Rara dan Ir...
![Takdir Cinta Kita [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/209796030-64-k366467.jpg)