Hari ini Rara meminta izin untuk tidak masuk kuliah disebabkan ia akan ikut Ridwan ke Indonesia karena kakaknya sekaligus gurunya itu akan menikah besok.
"emm... pak s..saya i..kut" Rara bertanya untuk kesekian kalinya
"iya Rara, oh ya kamu sudah bilang kan sama kakak kamu selfi?"tanya Ridwan
"sudah pak!"
"yaudah kalo gitu ayo kita berangkat" ucap Ridwan.
Akhirnya mereka pun langsung pergi kebandara dan naik ke pesawat tujuan Indonesia.
Dipesawat Rara sibuk dengan ponselnya.
Abang Irwan: "Rara Abang mau minta maaf, tolong maafin abang sebenarnya abang dijodohin sama orang tua abang, abang gak bisa menolaknya itu permintaan orang tua abang dan itu perintah, tapi satu yang harus kamu tau abang hanya mencintai kamu"
Rara: "saya sudah tahu sebelum anda beritahu"
Pak Irwan: "Maafin abang sayang"
Rara: tidak semudah itu, tapi yasudah lah saya juga udah dapet jodoh saya disini"
Pak Irwan: "apa itu benar? Itu gak mungkin kamu cuman mencintai abang kan?"
Rara: "siapa bilang, buktinya aku bisa dapet yang baru, intinya mulai sekarang jangan hubungi aku lagi"
Pak Irwan: "Yaudah Selamat ya :), Maafin abang untuk semuanya, abang cinta kamu selamanya selalu begitu, tidak ada seorang pun yang bisa merubah cinta itu Rara, baik itu kamu ataupun orang lain"
Rara: "jangan hubungi aku lagi" Akhirnya Rara memblokir nomor Irwan dia sudah lelah dengan semua ini.
Rara menatap jendela pesawat, air matanya menetes. Ia terpaksa mengatakan kalau ia sudah menemukan pria pengganti Irwan dihatinya, itu hanya agar ia bisa membuktikan kalau ia bisa move on dari Irwan, dan bisa bahagia tanpanya.
"Rara kamu kenapa?" Ridwan yang duduk disampingnya pun bertanya ada apa dengan gadis itu.
"nggak kok pak, nggak papa" Rara menghapus air matanya
"kamu menangis?" tanya Ridwan
"nggak kok, cuman kelilipan"
"bagaimana bisa kelilipan sih, kaca pesawat aja tertutup gini" ucap Ridwan
"iya saya gak papa kok, pak Ridwan gak usah khawatir ya" ucap Rara
"kalo ada apa-apa cerita aja ya, saya siap kok dengerin isi hati kamu, selama kamu di Indonesia kamu tanggung jawab saya, karena saya yang bawa kamu" ucap Rara
"iya pak..."
Beberapa jam dipesawat akhirnya mereka sampai diIndonesia. Sebelum pulang kerumahnya, Ridwan terlebih dahulu mengantar Rara kerumahnya.
Sesampainya dirumah Rara.
"makasih pak udah anterin saya" ucap Rara turun dari mobil Ridwan.
"iya, yaudah saya langsung pulang, besok saya kesini lagi" ucap Ridwan
"iya pak hati-hati dijalan"
Akhirnya mobil Ridwan melaju meninggalkan halaman Rumah Rara. Rara pun langsung masuk kerumah.
'Tingnong'
Tidak lama keluar lah seorang wanita paruh baya membukakan pintu. Ia terkejut melihat gadis cantik didepannya ini dan langsung memeluknya erat untuk melepas rasa rindunya.
"Rara sayang..."
"Mamah, Rara rindu banget sama mamah" ucap Rara
"mamah juga rindu banget sama kamu, kok kamu pulang gak bilang-bilang si? Kan biar mamah sama papah bisa jemput dibandara sayang" ucap Inul sambil membawa anaknya itu masuk
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Cinta Kita [COMPLETED]
FanfictionApa jadinya saat orang yang sangat kita cintai menikah dengan orang terdekat kita, dan tinggal satu atap sama kita? Pasti sakit banget kan atau mungkin bukan sakit lagi bahkan ada yang pengen mati :') Seperti itu juga yang dirasakan oleh Rara dan Ir...
![Takdir Cinta Kita [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/209796030-64-k366467.jpg)