[23]. Amerika aku kembali!

737 35 3
                                        

Hari-hari berlalu.
Rara sudah tahu pasal perjodohan Irwan karena ada yang memberitahunya, ia terkejut kala mendengar itu, rasanya sakit sangat sakit, hatinya hancur-sehancur-hancurnya, ia merasa sudah dipermainkan, ia merasa di PHP-in, ia sudah berharap kalau Irwan akan datang kerumah untuk melamarnya tapi sudah berhari-hari ia menunggu tapi Irwan tak kunjung datang hinnga harapannya sirna, apalagi kabar perjodohan Irwan itu membuat Rara semakin sakit.

Setelah kabar itu ia ketahui dirinya pun enggan untuk keluar rumah, bahkan sudah 2 hari ia mengunci diri dikamar dengan tidak makan. Bahkan sudah 2 hari juga ia tidak membalas satupun chat dari Irwan.

Gilang dan Inul merasa ada yang aneh dengan anaknya itu pun juga ikut khawatir.

Rara selalu menangis dikamarnya, matanya pun sudah mulai membengkak.

Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar kamar Rara.

'tok...tok...tok...'

"Rara sayang makan dulu yuk, kamu belum makan apa-apa sejak kemarin, buka pintunya nak, jangan buat mamah khawatir" ucap mamah dari luar

"Rara gak laper"

"yaudah kalau gitu buka pintunya sayang mamah mau bicara" ucap mamah lagi

Akhirnya Rara beranjak dari kasurya dan membukakan pintu.

"Rara sayang, Ya Allah kenapa mata kamu bengkak gini, kamu habis nangis? Kamu kenapa nak cerita sama mamah" ucap mamah

"Rara gak papa" ucapnya

"beneran?"

"iya bener"

"kamu makan dulu ya nak, mamah takut nanti kamu sakit" ucap mamah

"Rara gak laper" ucapnya

"jangan bicara seperti itu ayo makan" ucap Mamah

"Iya-iya" Akhirnya Rara menurut ia pun memakan makanan yang dibawakan oleh mamahnya.

"oh ya mamah mau nanya, katanya ada yang mau lamar kamu kapan dia datang" tanya mamah

Rara tersedak.

'Uhuukk.. Uhuukk..'

"kamu kenapa nak, minum dulu" mamah memberikan segelas air kepada Rara

"kamu kenapa sebenarnya cerita sama mamah nak" ucap mamah

"gak jadi mah dia gak jadi lamar Rara" ucap Rara

"loh kenapa?" tanya Mamah

"dia udah dijodohin" ucap Rara

"ya Allah, apa karena itu kamu jadi seperti ini, dengerin mamah ya nak, mungkin dia bukan laki-laki yang baik untuk kamu, mamah yakin masih ada diluaran sana laki-laki yang mau memperjuangin kamu, mungkin dia bukan jodoh kamu" ucap Mamah

"iya mah mungkin dia bukan jodoh aku ya" ucap Rara

"iya, kamu harus semangat, kamu harus bisa buktikan kalau kamu bisa hidup tanpa dia" ucap Mamah

"iya mah, oh ya mah bilangin papah percepat penerbangan Rara ke Amerika, kalau bisa besok mah" ucap Rara

"kamu yakin?" tanya mamah

"100% yakin" ucap Rara

"yaudah nanti mamah bicara sama papah kamu ya" ucap Mamah

"iya mah"

"yaudah habisin makanan nya sayang, makan yang kenyang ya, kamu harus semangat, mamah keluar dulu" ucap mamah

"iya mah" ucap Rara

Takdir Cinta Kita [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang