Hari ini--hari yang ditunggu seluruh siswa akhirnya datang juga. Sebutan untuk acara pentas seni kali ini adalah Wows, yaitu Wonderful Shows. Tema yang secara spesial diciptakan oleh seluruh anggota osis demi memberikan sesuatu yang lebih keren dari tahun ke tahunnya. Seperti biasa acara diadakan di aula sekolah yang sudah terdapat panggung dan kursi-kursi tertata apik.
Seluruh siswa-siswi sudah dihimbau untuk memasuki aula supaya acara bisa dilaksanakan dengan khidmat. Ada juga beberapa tamu undangan seperti ketua yayasan dan keluarga dari kepala sekolah yang akan menyaksikan bakat para murid Korean High School.
Anggota OSIS terlihat sangat sibuk, mereka berjalan seolah dikejar waktu dengan walkie talkie di tangan mereka. Memeriksa rundown acara, memastikan murid yang akan tampil sudah siap, memantau keamanan, dan lain sebagainya. Jika seluruh anggota osis akan nampak pusing dibuatnya, namun tidak bagi Dabin. Gadis itu seperti sedang berenang sambil minum air. Ia mendapatkan kesibukan dan juga bonus mendampingi laki-laki yang sudah lama ia sukai itu.
"Jen.. Jeno, tim ekskul teater sudah siap, Junmyeon saem sudah datang. Dicopy roger." Terdengar bunyi kasak-kusuk usai suara yang berasal dari walkie talkie di tangan Jeno dan Dabin terdengar.
"Oke, butuh dua orang untuk berjaga di gerbang menjemput ketua yayasan dan kepala sekolah menuju aula, acara akan segera dimulai. Dicopy roger."
Melihat Jeno berbicara seperti itu bayangan di mata Dabin pria itu sungguh perwujudan nyata Kapten Yoo Si Jin dalam drama Descendant of The Sun yang selalu menjadi favoritnya itu. Oh Tuhan... jantung Dabin mulai memberontak tidak semestinya.
"Jung Dabin, umumkan pada seluruh peserta untuk bersiap. Aku akan memandu MC untuk membuka acara." Pinta Jeno.
Dabin berdiri tegak dan memposisikan tangannya seperti orang hormat. "Siap, ketua!"
Gadis itu menyunggingkan senyum sekilas setelah Jeno pergi dari hadapannya. Seharusnya tadi pria itu minta saja Dabin untuk mendampinginya, jangankan cuma sehari, setahun pun Dabin siap.
Dabin terkekeh lagi, merasa pikirannya mulai kacau. Ia segera menghampiri para peserta dan memberitahukan mereka untuk bersiap. Gadis itu memberikan semangat untuk mereka dengan kedua kepalan tangan dan senyum manisnya. Hampir seluruh peserta mendapat energi positif dari Dabin.
"Tidak usah memberiku semangat, tidak butuh!"
Senyum sinis Dabin terbit, yang lama-kelamaan membuat gadis itu tersenyum sangat lebar. Sungkyung sampai berfikir bahwa saudara tirinya ini sudah benar-benar gila.
"Aku tidak sedang memberimu semangat, bodoh. Aku menyemangati Hina, dasar terlalu percaya diri!!" tukas Dabin dan berlalu dari hadapan Sungkyung yang diam-diam ditertawakan oleh anggota eskul dance yang lain.
Dabin jadi sedikit kesal setelah bertemu Sungkyung tadi. Untungnya suara MC yang membuka acara sudah terdengar. Itu berarti tugasnya sudah selesai. Kini waktunya ia mencari Jeno.
***
"Jadi kau tidak tahu apa yang akan Jisung tampilkan?"
Renjun bersumpah, ia akan menggagalkan rencana Jisung hari ini. Raut wajah sinisnya membuktikan bahwa rencana laki-laki itu serius.
"Lebih baik kau cepat jalankan apa yang barusan aku perintahkan, Haechan."
"Itu sih mudah, tenang saja."
Renjun meremas buku-buku tangannya ketika melihat Jisung dan Sungkyung tengah asik bercanda. Meskipun Renjun sangat tahu bahwa Sungkyung telah memiliki kekasih, namun entah kenapa ia hanya akan cemburu pada Jisung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Couple Exchange [Completed]
FanfictionKita dua kasih yang terpisah bukan karena usai, tapi karena sadar sudah menemukan kenyamanan yang sesungguhnya. Jika kita dua hal yang bersatu tapi harus berpisah namanya apa? Sulit itu ketika kita merindukan tempat berteduh orang lain... Jung Dabi...
![Couple Exchange [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/179397229-64-k376412.jpg)