Chapter-- 41

90 11 51
                                        


Happy Reading 🐣

Di cerita ini Lami tuh rambutnya panjang ya ges, jadi jangan bayanginnya Lami yg sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Di cerita ini Lami tuh rambutnya panjang ya ges, jadi jangan bayanginnya Lami yg sekarang. Eh, tp gapp sih suka-suka klean aja hihi...😂

***


Persidangan kasus penabrakan Jung Dabin dan ibunya yang terjadi dua minggu lalu berakhir dengan putusan akhir hukuman 5 tahun penjara. Walaupun Sungkyung rasanya masih belum puas dengan keputusan hakim saat itu. Ia tidak bisa tenang karena kedua orang yang ia cintai masih terbaring koma di rumah sakit.

Selama dua minggu ini ia menginap di rumah Jisung. Sungkyung juga tidak diperbolehkan menangani pasien operasi dan trauma. Ia hanya diizinkan untuk menangani pasien di UGD, itu akan berlangsung sampai Sungkyung benar-benar kembali tenang.

Jung Dabin masih berada di ruang ICU. Berbeda dengan ibunya yang sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. Meskipun masih sama-sama koma.

Setiap hari Sungkyung menemani ibunya, di saat ia tidak sedang ada pasien. Ia bahkan beberapa kali tertidur di punggung tangan ibunya setelah lelah menangis.

Bibi Yoona juga datang setiap hari. Membawakan bekal makanan untuknya makan siang, meskipun harus sembunyi-sembunyi dari Bomi karena gadis itu masih tinggal di rumah sakit.

Sementara Jisung sudah jarang menemaninya di rumah sakit. Pria itu sangat sibuk, banyak yang harus dia selesaikan bersama Profesor Kim, masalah pekerjaan.

Tidak apa-apa, Sungkyung merasa itu lebih baik. Daripada Bomi memergoki mereka nanti.

Toh, setiap malam ia bisa melihat wajah Jisung. Bahkan memeluknya, sambil melihat bintang. Jisung akan memberikan kalimat-kalimat penenang yang sangat menyentuh.

Karena ada Jisung, Sungkyung bisa bertahan.

Jisung memang tidak seperti Renjun, Jisung bukan malaikat pelindungnya.

Sungkyung juga tidak ingin menyamakan pria itu dengan Renjun. Tidak dengan siapapun, Jisung itu berbeda.

Jisung itu Jisung.

Hanya, dia punya tempat yang spesial di hati Sungkyung.

Kedua sudut bibirnya terangkat ke atas. Sentuhan lembut di bahunya membuat ia mendongak. "Kyung, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."

"Oh, iya. Di mana?"

"Di taman depan saja."

Sungkyung mengangguk. Ia kemudian berbisik kecil di telinga ibunya bahwa ia harus pergi bersama Jeno. Selanjutnya ia hanya mengekori pria itu.

Mereka duduk bersebelahan di taman depan rumah sakit. Masih belum berbicara apapun, Jeno hanya sibuk memandangi pasien-pasien yang tengah berinteraksi dengan keluarganya.

"Jangan izinkan Mark mendekati Jung Dabin."

"Maksudnya? Gimana gimana, sunbae aku tidak mengerti?"

Couple Exchange [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang