Kita dua kasih yang terpisah bukan karena usai, tapi karena sadar sudah menemukan kenyamanan yang sesungguhnya.
Jika kita dua hal yang bersatu tapi harus berpisah namanya apa?
Sulit itu ketika kita merindukan tempat berteduh orang lain...
Jung Dabi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
onyourm_ark Nyender terus nih sepupu 🙄
Liked by Mina_Kang, bible_030303, Seo.Herin_, and 2.478 others
View all 865 comments
bible_030300 Mark Oppa ganteng banget sih... aku jadi makin sayang 😘
Parapengagumcogan Masuk list nih, btw yg dari KHS kan?
Seo.Herin_ Apa sih yg di atas🖕 pacarku itu😏
Cecan_2020 Ga kuaaad tolong 🤤
Na_Jaemin Ah siiap ketos-ku 👍
@toko.manjur Cek postingan terbaru kami kaka... ada banyak varian pemutih termanjur 2020. Lagi banjir diskon dan gratis ongkir, yukss langsung meluncur
Jenmark_lovers Aduh Lee sibling nih, bikin gagal jantung aja
"Ish... si Herin tuh minta ditampol emang, mesti banget gitu komen pacar gitu. Tahu ah gak jelas!"
Seketika Dabin menyesal mengikuti kata hatinya untuk membuka postingan terbaru Mark di instagram. Tetapi kalau tidak jadi membukanya, gadis itu pasti akan penasaran sampai kapanpun. Apa lagi Mark biasa posting wajah Jeno di sana.
"Duh... Jeno kenapa sih? kapan kamu putus dari nenek sihir macam Herin itu?" Kesalnya sembari membalikkan layar ponsel di atas tempat tidur.
Kemudian gadis itu membaringkan diri di sana. Matanya menelusuri bintang-bintang buatan di atas langit-langit kamarnya. Stiker glow in the dark yang merupakan hadiah dari Appa Siwan, yang setiap dilihat akan membuatnya semakin bertambah rindu.
Bayangan wajah rupawan Jeno tergantikan senyum meneduhkan Appa Siwan. Waktu itu Dabin sangat bahagia memiliki ayah yang begitu menyayanginya, meskipun bukan ayah kandung tetapi kasih sayangnya sudah melebihi seorang ayah kandung.
Gadis itu menghela tubuhnya kemudian memejamkan matanya sejenak demi melupakan semuanya.
Melupakan Jeno, melupakan Appa Siwan.
Prang!
"Maafkan aku eomma, aku tidak sengaja."
Plak!
Plak!
"Dasar bodoh! PUNYA MATA NGGAK SIH KAMU TUH?!"
"Akh eomma sakit, sakit eomma."
"Nyonya sudah, sudah, kasihan Non Sungkyung."
Dabin tersentak luar biasa mendengar teriakan dari luar kamarnya itu. Ia segera bangkit dari tempat tidur dan membuka kasar pintu kamarnya.