Chapter-- 28

113 12 8
                                        

Selamat membaca😘

Aku yakin semua pembaca di sini pintar menghargai karya orang. Jangan lupa Vomment 😊

***






"Kyung, ini bukan kotak kado punyaku. Apa ini milikmu?"

Pagi-pagi sekali Dabin dibuat kebingungan dengan kehadiran satu kado di nakas tempat tidurnya. Ia tidak merasa memiliki benda itu, jadi dia datang ke kamar adiknya untuk menanyakan benda tersebut.

Dabin mendengar suara gemericik air, asalnya dari kamar mandi. Ia mengetuk pintu kamar mandi Sungkyung beberapa kali.

"Sungkyung, apa kotak kado ini milikmu?"

"Iya? kenapa eonni?" Teriak Sungkyung karena tidak begitu jelas mendengar suara Dabin.

Gadis itu sudah selesai mandi, ia segera keluar dan menghadap Jung Dabin. "Kenapa, eonni?"

Dabin menyodorkan kotak kado di tangannya ke hadapan Sungkyung. "Ini punyamu?"

"Itu punyamu. Semalam saat aku pulang kau belum pulang. Aku tidak bisa menunggu lama, jadi kuletakkan saja di kamarmu."

Benar sekali. Semalam saat Dabin pulang ke rumah, Sungkyung sudah tidur di kamarnya sendiri. Anehnya, karena langsung merebahkan diri di atas tempat tidur, Jung Dabin tidak sadar ada benda itu di dalam kamarnya.

"Dari siapa?"

"Mark Oppa."

Kotak kado yang dititipkan kepada Sungkyung ternyata pemberian dari Mark. Dabin benar-benar tidak menyangka pria itu akan kembali membuatnya goyah.

"Aku tidak perlu menerima benda ini, benar kan, Kyung?"

"Eonni, Mark oppa tahu kok hubunganmu dengan Jeno sunbae. Baginya kebahagianmu adalah hal terpenting. Jadi, tidak baik mengembalikan pemberiannya. Dia juga bilang memberikan itu sebagai hadiah, katanya dia sudah berjanji padamu akan memberikan hadiah itu. Kau jangan khawatir, dia datang bukan untuk merusak hubungan siapapun."

Sebenarnya Dabin sudah menebak isi dalam kotak kado itu. Memang, Mark dulu berjanji padanya akan memberikan sesuatu. Jadi, ini salah Jung Dabin karena sudah berprasangka buruk. Mark datang bukan untuk merusak apapun, pada kenyataannya kedatangan pria itu telah berhasil merusak pertahanan Jung Dabin. Karena Mark tidak mungkin memperbaiki apapun, Jung Dabin juga akan bertekad tidak akan memperbaiki apapun. Sekarang dia milik Lee Jeno, mungkin untuk selamanya.

"Eonni, kau memikirkan apa?"

"Tidak ada. Kau cepat pakai bajumu, lalu kita sarapan bersama."

Ups, Sungkyung sadar satu hal, dia masih memakai handuk. Gadis itu berlari menghampiri lemari pakaiannya sambil terkikik.







***








"Robot hadir di tengah-tengah kehidupan manusia bukan hanya sekedar sebagai pembantu pekerjaan. Teknologi memang hadir untuk membantu manusia, tetapi robot yang kami ciptakan ini bukan hanya untuk itu saja. Seperti namanya, Miso, yang berarti senyuman. Robot ini juga hadir untuk mendampingi manusia, menemani pemiliknya,  dengan daya yang mampu bertahan lama dia akan menemani cerita kehidupan manusia. Miso akan merubah pandangan bahwa manusia akan selalu ditakdirkan sendirian. Kini tidak lagi ada kata itu, manusia tidak akan selalu sendirian jika ada Miso di kehidupannya. Terima kasih."

Riuh tepuk tangan membahana ke seluruh sudut aula setelah Jisung menyelesaikan kalimatnya. Pria itu mengangkat ponselnya di depan bibir dan memanggil nama Miso. Robot itu hadir di tengah-tengah stage dan melambai dengan gerakannya yang kaku. Seluruh peserta yang hadir kembali dibuat takjub karena penampilan Miso yang begitu mirip dengan manusia.

Couple Exchange [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang