Kita dua kasih yang terpisah bukan karena usai, tapi karena sadar sudah menemukan kenyamanan yang sesungguhnya.
Jika kita dua hal yang bersatu tapi harus berpisah namanya apa?
Sulit itu ketika kita merindukan tempat berteduh orang lain...
Jung Dabi...
Jangan pada gumoh oke, pelan-pelan aja bacanya. Dan, yang gampang baper siapin tissue deh wkwk😂
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cintaku saja sudah cukup untuk kita berdua." (Huang Renjun)
***
Jilin, Juli 2020
4 bulan tinggal bersama keluarga yang hangat membuat perasaan Sungkyung merasa terbebani. Meskipun ia mendapatkan kebahagiaan, perhatian, dan dukungan dari mereka, ia akan selalu teringat keluarganya.
Eomma, Appa, maaf...
Sungkyung dimasukkan ke dalam sekolah internasional di Jilin bersama Renjun. Padahal dia tidak pandai berbahasa Inggris, dan Sungkyung tidak suka belajar. Tetapi ia tidak pernah membantah sama sekali, ia hanya akan menuruti apapun yang dilakukan keluarga Renjun.
Karena ia tahu, mereka sangat baik. Mereka tidak ingin memaksa Sungkyung belajar bahasa mandarin, jadi atas usul ibu Renjun, Sungkyung dan putranya dimasukkan ke dalam sekolah internasional.
Hari-hari Sungkyung sangat berwarna, ia mendapatkan kasih sayang layaknya sebuah keluarga yang lengkap. Ada kedua orangtua Renjun, nenek Renjun, saudara-saudara ayah Renjun juga, mereka memang pantas disebut keluarga besar.
Sungkyung belajar bersama Renjun dengan sangat baik. Berbeda dengan di Seoul dulu, saat ia belajar bersama Jisung dan akan berakhir dengan perdebatan. Mungkin, karena ia tidak ingin membebani Renjun lagi.
Kendati bersikap kuat, dengan tidak lagi membahas yang ada di Seoul, Renjun tahu semua itu palsu. Laki-laki itu sering mendengar tangisan Sungkyung di malam hari, ketika ia tidak sengaja terbangun karena haus.
Renjun juga sering menawari Sungkyung agar kembali ke Seoul, tetapi gadis itu selalu menolak. Ia tidak ingin mengganggu kebahagiaan ibu dan kakak tirinya, itu jawaban Sungkyung.
Sungkyung itu istimewa bagi Renjun. Gadis itu berbeda, dia memberikan banyak kebahagiaan bagi Renjun sekeluarga.
Meskipun hatinya rapuh, terluka, tetapi gadis itu selalu menunjukkan senyumnya di hadapan semua orang. Seperti saat ini, Sungkyung tengah menarikan tarian dari salah satu girlgroup asal Korea Selatan di depan semua orang.
"Wah, dia bertambah semakin cantik ketika sedang menari," puji nenek Renjun sambil bertepuk tangan kencang.
Ibu Renjun dan yang lainnya ikut bertepuk tangan.
"Kyung, kau sangat keren." Seru Renjun.
"Selamat ulang tahun, Nenek. Apa nenek suka tarianku? itu hadiah untuk nenek." Ujar Sungkyung yang sudah berdiri di sebelah nenek Renjun.
"Tentu saja nenek suka. Kau sangat pandai menari seperti kata Renjun. Terima kasih hadiahnya ya, Nak."
"Sama-sama, Nenek." Sungkyung mendekatkan diri pada nenek dan memeluknya erat.