Gara-gara ada kecoa terbang jadi keganggu deh nulisnya. Btw, ngusir kecoa terbang lebih susah ya daripada lari maraton. Gilaa takut banget sumpah...
Sorry malah curhat hihihi....😂
Happy Reading 🤗
***
Jisung sudah berdiri kurang lebih tiga puluh menit di parkiran menunggu sang pujaan hatinya pulang sembari memegangi pipinya yang ada bekas lebam telapak tangan Haechan.
"Ngapain masih di sini, Chenle?"
"Apa kau mengira aku menunggumu? Aku sedang mencari orang untuk bisa mengantarku pulang. Nah itu--- Jaemin!" Pekik Chenle kemudian berlari menjauhi Jisung.
Sejak menjadi kekasih Jung Dabin--idolanya sejak masih di Junior High--Jisung selalu pulang bersamanya. Ia akan menunggu Dabin di parkiran hingga melihatnya menghampiri dirinya.
"Hai, Jisung sudah lama?" Tanya Dabin sesampainya di depan mobil merah miliknya.
Jisung menggeleng dan selalu jawaban itu yang ia suarakan. Jisung akan berbohong meskipun sudah menunggu lama.
"Pipimu kenapa?" Dabin mengusap lebam di pipi Jisung begitu netranya melihat itu.
"Bukan apa-apa, Noona. Aku baik--"
"Renjun, kan?"
Alih-alih menjawab Jisung malah membelokkan pertanyaan Dabin.
"Dabin Noona, kita pergi makan dulu ya? Aku akan mentraktirmu."
"Untuk... Apa?"
Jisung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Ia hanya merasa sedang gugup jika menyangkut soal Dabin.
"Aku ingin mentraktir pacarku saja."
"Kencan?"
Jisung mengangguk antusias.
"Kau lucu sekali." Dabin mengacak rambut Jisung lalu masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Jisung.
Setiap berangkat ke sekolah Jisung memang sengaja tidak membawa kendaraan, sebut saja motor kesayangannya kini sedang dalam masa liburan. Sejak jadian dengan Dabin alasan agar bisa pulang bareng adalah mottonya saat ini.
Hal yang menjadi kesukaan Jisung di dalam mobil Dabin adalah melihat wajah kekasihnya yang fokus melihat jalanan, sumpah demi apapun cantiknya Dabin pasti bertambah. Lihat kan, memikirkannya saja membuat jantung Jisung tidak karuan.
Setelah sepuluh menit perjalanan Dabin memutuskan menepikan mobilnya di salah satu kafe yang terkenal dengan spot photogenic-nya di sana. Jisung terburu-buru melepas seatbelt agar lebih dulu keluar dan membukakan pintu untuk Dabin.
Jung Dabin tersenyum malu-malu lalu mengusap rambut Jisung. Aduh! Meleleh Jisung, eomma...
Mereka kompak memesan americano dan cheese cake. Menjelaskan bagaimana status mereka saat ini. Serba couple, ini bagian dari ide Park Jisung.
"Noona, besok atau lusa mau pergi ke taman bermain?" tanya Jisung sembari memainkan sendok kecilnya di atas cheese cake.
"Jisung mau ke sana?"
Jisung terkikik karena kalimatnya transparan dan tertangkap cepat oleh Dabin.
"Boleh. Nanti kita ke sana, okay?"
"Siap, Noona."
***
Dabin memasuki rumahnya dengan menyenandungkan sebuah lagu. Nampak sekali bahwa gadis itu tengah bahagia sampai-sampai jebakan kulit pisang di depan kamarnya membuat pantatnya harus mencium lantai dengan kasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Couple Exchange [Completed]
FanfictionKita dua kasih yang terpisah bukan karena usai, tapi karena sadar sudah menemukan kenyamanan yang sesungguhnya. Jika kita dua hal yang bersatu tapi harus berpisah namanya apa? Sulit itu ketika kita merindukan tempat berteduh orang lain... Jung Dabi...
![Couple Exchange [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/179397229-64-k376412.jpg)