Chapter-- 19

95 8 8
                                        


Sebenarnya ini tuh lanjutan dari part kemarin say...

Sebenarnya ini tuh lanjutan dari part kemarin say

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***



Sejak melihat Sungkyung berbicara dengan ibunya, entah kenapa perasaan Jisung menjadi tidak enak. Pria itu terus-menerus memandangi kursi Sungkyung yang kosong, pikirannya terus bertanya tentang keberadaan gadis itu. Apa Sungkyung ikut pulang bersama Bibi Sumin? Demi seluruh hoodie terbaik milik Chenle, Jisung tidak tenang sebelum mengetahui sendiri apa yang membuat Sungkyung bolos pelajaran.

"Dari kedua contoh yang sudah saya jelaskan, ada yang masih kurang paham?"

Jisung memusatkan kembali pandangannya pada Minseok saem yang sedang bertanya tentang contoh soal yang beberapa detik yang lalu sudah dijelaskan.

"Saem." Jisung tersentak kecil saat Chenle di sebelahnya mengangkat tangan kanannya ke atas.

"Ya Chenle, ada apa?"

"Karena beberapa liter air yang keluar dari box di contoh nomor satu, apakah akan mempengaruhi keseimbangan neraca? lalu, konsep untuk nomor dua apakah kita bisa memakai rumus ABC?"

Minseok saem tersenyum sebelum menjawab pertanyaan yang bagi sebagian murid terasa sangat membingungkan itu. "Bagus Chenle, pertanyaan yang sangat panjang ya. Jadi begini--"

Baru saja membuka mulutnya, bel pertanda kelas telah berakhir mengalun merdu ke seantero sekolah. Seluruh murid di kelas 1-1 langsung menunjukkan kesenangannya dan dilanjut membereskan alat tulis dalam tas masing-masing.

"Baiklah, kita akan bahas di pelatihan OSN ya Chenle." Di tempatnya Chenle mengacungkan ibu jarinya pada guru matematika tersebut.

"Yang lain jangan lupa coba juga cari jawaban dari pertanyaan Chenle, okay? kelas berakhir sampai di sini, selamat sore dan selamat kembali ke rumah masing-masing."

"Terima kasih, saem..." Koor seluruh murid mengiring kepergian Minseok saem, kemudian mereka berbondong-bondong keluar dari kelas.

Begitupun Jisung, laki-laki itu bangkit dari duduknya dan mendekati meja Sungkyung. Tangannya sudah akan mengambil tas milik gadis itu, tetapi tiba-tiba ada seseorang yang berhasil mendahuluinya.

"Biar aku saja." Kata laki-laki itu lalu menenteng tas Sungkyung begitu saja.

"Kau akan mampir ke rumah, Kyung?" Tanya Jisung.

Renjun mengangguk senang. "Tentu saja, mengantarkan tasnya, lalu mengajaknya pergi. Kenapa? ada masalah?"

"Itu bagus, kau hibur dia ya Renjun." Ujar Jisung sambil menepuk-nepuk bahu Renjun dan berniat pergi dari kelas.

Namun, Renjun kembali menghentikan langkah Jisung. Laki-laki itu menarik bahu Jisung kasar hingga mereka kembali berhadapan. "Ada apa sih sama tuh muka? Ya aku tahu, kalau kau punya muka pas-pasan. Tapi, kenapa hari ini begitu parah ya?"

Couple Exchange [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang