Chapter-- 24

140 14 19
                                        

Karena dengan maaf saja aku tahu lukanya masih tetap menyakitkan.

Maaf, Jisung...

Maaf, Dabin...

***

Jisung menatap nanar dari balik ruang rawat Bomi, ia memperhatikan dengan seksama bagaimana dokter-dokter di dalam sana berusaha sangat keras memberikan yang terbaik untuk gadis itu. Tangan Jisung menekan pintu tanpa sadar, merasa bahwa apa yang akan bomi jalani adalah sebuah rasa sakit yang luar biasa.

Dia masih tidak bisa membayangkan akan bagaimana jika rasa sakit itu dimiliki oleh dirinya. Jisung hampir akan menangis ketika melihat gadis itu malah tersenyum padanya sebelum dokter dan para perawat memaksa Jisung untuk keluar dari ruangan.

Na Jaemin yang baru saja selesai mengoperasi pasiennya berlarian menghampiri Park Jisung. Syukurnya pria itu masih berdiri di depan ruang rawat Bomi, Jaemin bisa menghela napas lega. Kemudian ia menepuk pelan bahu Jisung, meskipun pemiliknya masih tidak menggubris kehadiran Jaemin.

Jisung merasa bahwa ia harus melihat bagaimana Bomi berjuang di dalam sana. Meskipun gadis itu sudah terlelap menahan rasa sakit, Jisung tetap harus melihat prosesnya. Pria itu menganggap ia harus melakukan semuanya demi Bomi.

"Jisung, ayo menunggu di ruanganku," ajak Jaemin lembut.

Jisung menoleh perlahan dan menatap mata Jaemin sepenuhnya. "Aku takut Bomi mencariku nanti, Jae.."

Jisung kembali melirik ruangan Bomi dan mengabaikan Jaemin yang masih memandangi Jisung dengan penuh rasa bangga. Jaemin begitu salut pada Jisung, pria itu adalah seseorang yang begitu penyayang. Bahkan sebelum pada Bomi pun, gadis yang hilang selama sepuluh tahun terakhir pernah sangat Jisung sayangi.

"Kau harus menemui dokter baru Bomi, kau bilang kau sangat ingin menanyakan keadaan Bomi padanya, bukan?"

"Dokter dari Kanada itu---" sesaat Jisung menegang. Ia sungguh tidak ingin berfikir bahwa dokter yang ia tabrak beberapa menit yang lalu adalah dokter Bomi dari Kanada itu.

"Iya, kau harus menemuinya. Kau harus pastikan sendiri bahwa Bomi akan baik-baik saja."

"Boleh aku tahu siapa namanya?"

Jaemin tersenyum lembut. "Lami, Dokter Lami."

"Aku akan menemuinya nanti." Dalam hatinya Jisung mendesah berat, ternyata dokter itu bukan Sungkyung. Dia bukan sahabat dan cintanya yang hilang.

"Tapi, Ji--" Jaemin kembali bersuara dan membuat Jisung menatap pria itu kembali.

"Kenapa?"

"Entah kenapa aku merasa bahwa Dokter Lami adalah Sungkyung."

Jadi, benar?

Memperkuat dugaan Jaemin, Jisung segera mengeluarkan selembar foto yang ia temukan pada sahabatnya itu. Sedetik kemudian Na Jaemin mengkerut bingung melihat foto yang diberikan oleh Jisung padanya.

"Kalau dia benar-benar Sungkyung, apa yang harus aku lakukan?"

"Foto ini--"

Jisung mengangguk. Ia bahkan harus memotong kalimat Jaemin yang belum seluruhnya selesai. "Aku menemukannya saat dokter itu berpapasan denganku. Dia Kim Sungkyung."

"Kau harus menemuinya, Park Jisung. Kau sangat merindukannya, bukan?" kata Jaemin antusias. Ia sudah tidak sabar membayangkan Park Jisung yang kembali seceria dulu, karena sekarang sumber kebahagiaan itu sudah kembali.

Couple Exchange [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang