Chapter-- 10

130 9 4
                                        


Vomment-nya jan lupa, okay? ❤

***


Gadis itu tidak tahu apapun. Ia hanya menurut saja apa yang dikatakan oleh ibu tirinya. Dan saat ini, ia mematut diri di depan cermin. Penampilannya yang telah berubah anggun dengan balutan dress merah muda dan rambut panjangnya yang tergerai.

Ia sendiri bingung mengapa harus berdandan seperti ini. Ibunya bilang beberapa menit yang lalu akan ada pengacara Song yang datang bertamu. Tetapi ini aneh, kenapa juga ia sampai harus berdandan?

Ji Sumin nampak puas dengan pekerjaanya mendandani Sungkyung. Ia yakin pasti tamunya akan berdecak kagum begitu melihat Sungkyung.

Setelah merasa bahwa ibunya telah selesai, Sungkyung menghadapkan dirinya dan menatap wajah sang ibu.

"Eomma, yang datang hanya Pengacara Song?"

"Ya, memang kenapa?" tanya balik Sumin. Perempuan dengan bibir merah itu mendelik tidak suka ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir anak bungsunya.

Sungkyung menggeleng, ia tak berani bertanya lebih jauh pada ibunya.

"Jangan lupa dengan apa yang harus kau katakan nanti, Sungkyung."

"Meminta uang lebih untuk biaya les tambahan dan aku ingin ikut les vokal." Ujar Sungkyung pelan. Ia merapal kalimat yang sudah diajarkan Sumin saat ia didandani tadi.

Salah satu sudut bibir Sumin terangkat sinis. "Bagus. Dan satu lagi, awas kalau kau berani mengadu pada Pengacara Song yang tidak-tidak."

"Iya, eomma."

"Ya sudah, kau bisa turun kalau ahjumma Min datang." tukas Sumin lalu pergi meninggalkan kamar Sungkyung.

Dengan itu akhirnya Sungkyung dapat menghela lega. Ia sebenarnya yakin ibu tirinya adalah orang yang baik, tetapi entah kenapa ia selalu merasa tegang jika ditinggalkan berdua saja dengannya.

Dulu tidak seperti itu. Ketika ayahnya--Kim Siwan--masih bersama dengan mereka. Melengkapi keluarga kecil mereka yang harmonis. Pria penuh kasih sayang itu, sosok yang selalu Sungkyung rindukan. Ji Sumin--ibu tiri Sungkyung dulu selalu membelai pipinya ketika gadis itu menangis, menggendongnya jika si kecil Sungkyung mulai mengantuk, dan mengajaknya jalan-jalan bersama dengan Jung Dabin juga. Dia dan Dabin tidak pernah dibeda-bedakan.

Selain itu, hubungannya dengan sang kakak juga sangat dekat. Dulu, Sungkyung kecil selalu menghancurkan mainan milik Dabin tetapi kakaknya itu tidak akan marah. Dabin malah akan tertawa dan memberikan semua mainannya untuk Sungkyung.

Oh, andaikan masa itu tetap ada. Merangkulnya, tidak hanya dia tetapi ibunya dan kakaknya juga dalam satu lingkaran bernama keluarga. Karena sungguh saat ini Sungkyung sendiri telah kehilangan yang namanya keluarga.

Tok..tok..tok

"Non, Pengacara Song sudah datang, ayo." Di ambang pintu, ahjumma Min datang menuntun majikan mudanya menemui Pengacara Song.

Pria berkaca mata itu tersenyum lebar melihat kedatangan Sungkyung yang mengambil duduk di sebelahnya. Sementara Ji Sumin duduk sendiri di single sofa.

Pengacara Song sangat merindukan Sungkyung. Sudah satu bulan lamanya ia tidak melihat anak itu. Hal itu terbukti saat bagaimana tangan pria bernama lengkap Song Eun Jae membelai lembut surai panjang Sungkyung.

"Kabarmu baik, Kyung?" tanyanya lembut.

Sungkyung balas berbinar. "Tentu Paman, aku selalu bahagia bersama eomma dan eonni."

Couple Exchange [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang