Chapter-- 34

122 12 26
                                        


Ada yang nungguin?🤭

Sesuai caption Lami diatas, nanya apa aja boleh 🤭 yuks

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesuai caption Lami diatas, nanya apa aja boleh 🤭 yuks...

***




Sangat menyenangkan, bersandar pada bahu Jisung yang tegap itu. Sungkyung bahkan sesekali memejam untuk merasakan aroma tubuh Park Jisung yang entah sejak kapan membuatnya terhipnotis. Sungkyung suka aroma Jisung.

Sedangkan pria itu tidak hentinya memainkan jari-jemari Sungkyung. Agaknya ia masih tidak percaya bahwa gadis yang sempat menghilang dari jangkauannya selama sepuluh tahun itu kini berhasil ia genggam kembali.

Perjalanan mereka di dalam pesawat terasa sangat singkat. Tidak seperti keberangkatan sebelumnya. Mereka sampai di bandara Incheon tepat pukul 2 siang.

Sambil bergandengan tangan, mengayunkannya ke depan dan ke belakang, Jisung dan Sungkyung berjalan dengan santai.

"Jisung...."

Keduanya refleks melepaskan genggaman tangan mereka sedetik setelah mendengar suara panggilan itu.

"Firasatku tidak pernah salah, kau akhirnya pulang. Aku semalam bermimpi kau kembali ke Seoul, dan aku sengaja datang ke sini diam-diam untuk memeriksanya. Akhirnya kau pulang juga."

Gadis itu melingkarkan lengannya di pinggang Jisung. Memeluknya begitu erat. "Ah, aku sangat merindukanmu."

Sepertinya Bomi belum menyadari keberadaan Sungkyung di sana. Gadis itu hanya fokus pada Jisung, ia bahkan menangis hanya karena melihat Jisung kembali.

Jisung menatap Sungkyung yang juga tengah menatap dirinya. Sungguh tidak pernah diduga sebelumnya bahwa Bomi akan datang ke bandara. Padahal kemarin Jisung tidak membalas pesan itu sama sekali.

"Jisung, kenapa kau diam saja? apa kau tidak merindukan aku?" Masih dengan posisi memeluk Jisung, Bomi mendongak meminta jawaban.

"Ya, aku juga."

"Kenapa kau menjawab dengan sangat singkat? Tetapi tidak apa-apa, aku sudah senang mendengarnya."

Bomi kembali menempelkan kepalanya di dada Jisung selama beberapa menit. Lalu ia lepaskan ketika Jisung memintanya, pria itu bilang ia malu banyak orang yang memperhatikan.

"Aku bawa mobil, jadi lebih baik kau yang--"

"Kenapa kau menyetir sendiri? kau sudah memberitahu kedua orangtuamu?"

Seharusnya Jisung sadar sejak gadis itu ada di sini memanggilnya. Pantas saja, ternyata dia datang sendirian.

"Aku diam-diam. Memangnya kenapa kalau aku menyetir mobil sendiri? aku bukan anak kecil, aku sudah dewasa."

"Ya, tapi--"

"Heih, Dokter Lami? Sejak kapan dokter ada di sini?" Tanya Bomi setelah memalingkan wajahnya begitu tahu Jisung akan mengomelinya. Dan, ternyata ia melihat dokter pribadinya berdiri tepat di sebelah Jisung.

Couple Exchange [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang