Tentang dia, lelaki yang banyak menyimpan kenangan buruk akibat masalalu nya.
Ketika perkataan dan perbuatan orang terdekat yang bisa melukai perasaan nya sendiri.
Dia doyoung dengan segala perasaan yang ada di hatinya. Mendeklarasikan kata menjadi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu punya jawaban sendiri untuknya ~Zoya Nita Hutagalung
"Jadi gimana untuk kelanjutan hubungan abang dan mbak zoya selanjutnya?" Tanya arissa yang masih setia memeluk sang kakak. Jhonny dengan lengan kekarnya menghapus air mata yang sedari sudah jatuh dengan bebas di pipinya.
"Kita bakal omongin itu nanti... tapi abang harap masih bisa berlanjut, dan makasih dek" jawabnya.
"Bang, abang itu udah dewasa udah tau mana yang terbaik dan mana yang nggak... aku nggak bisa buat paksain perasaan abang. Cukup dengan cerita dan berbagi keluh kesah dengan aku itu rasa udah cukup, gak usah pake terimakasih juga kan sama adek sendiri tapi... aku cuman mau ngingetin jangan lupa kalian itu... berbeda bang" peringatnya.
Berbeda? Jhonny lupa bahwa ia dan zoya itu berbeda. Bukan masalah beda umur atau tempat tinggal tetapi berbeda tuhan, tempat mereka biasanya untuk mengadu dan berkeluh kesah. Selama ini jhonny dan zoya tidak pernah terbebankan dengan permasalahan agama masing masing.
Atau tidak pernah terpikirkan?
Entahlah jhonny hanya memasrahkan semua keputusannya kepada yang maha kuasa, biar waktu yang menjawab.
///
"AMBIL POSISI MASING-MASING!!" suara bariton doyoung memenuhi suasana di lapangan itu. "SIAP!" jawab para anggota dengan tegas tidak merasa terkejut atau takut dengan teriakan doyoung-komandannya.
"AGENDA HARI INI KITA CUKUPKAN, JANGAN LUPA ISTIRAHAT DAN SELALU MAKAN VITAMIN SUPAYA STAMINA TETAP TERJAGA".
"SIAP".
"BUBAR BARISAN, JALAN!!".
"LAKSANAKAN!".
"Udah selesai?" pria itu berjalan mendekati seorang wanita yang sedari tadi asik berkutat dengan laptop didepannya, tidak merasa terganggu dengan suara tembakan dan teriakan di ujung lapangan sana.
Wanita itu-arissa tersenyum sambil menjawab "Belom, tinggal dikit lagi kok mas. Udah mau pulang ya?".
Sedari pagi tadi, ia ikut dengan doyoung untuk balik ke batalyon. Jhonny-abangnya sedang ada tugas dinas ke Jakarta menjadi seorang ajudan, dan mark yang sedang ada jadwal kuliah pagi sampai sore. Tidak ingin berada di rumah sendirian ia lebih memilih ikut doyoung saja, ketimbang bermain dengan kawan-kawannya yang lagi asik ngebucin ria, kecuali haechan dan salwa.
Netra nya bertemu, doyoung dengan seragam lengkapnya dan bulir-bulir keringat yang menjatuhi wajahnya sangat... Astagfirullah, arissa menggeleng mencoba mengucap istigfar didalam hati. Ini kenapa otaknya jadi kayak gini sih?
"Kenapa?" Tanya doyoung. "Nggak papa, udah ayok mas. Aku mau jemput mark aja" jawabnya tanpa melihat wajah doyoung ia bergerak cepat dan berlari menuju parkiran, meninggalkan doyoung dengan raut wajah bingung?