Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Kenangan Buruk

67 15 7
                                        

"Ayah ayok pulang!" rengek satya yang sedang bergelayut manja di pangkuan taeyong. Sedangkan ibunya—jani sudah beberapa kali meneteskan air matanya. Membujuk satya untuk segera pulang.

Saat ini satya sudah beralih menjadi pasien taeyong. Lelaki itu sendiri yang meminta. Dirinya bisa merasakan kepedihan yang mendalam dari seorang satya. Tangan kekarnya mengelus pucuk kepala anak itu. Membelainya dengan lembut layaknya seorang ayah pada anaknya.

"Maaf sudah merepotkan dokter" jani tersenyum ramah sambil memandang satya yang sudah tertidur pulas didalam jok mobil belakang.

"Nggak pa-pa bu jani, untuk konsul selanjutnya sudah tau jadwal nya kan?" tanya taeyong. "Iya sudah, kalo begitu saya pamit ya dok. Terimakasih banyak, assalamualaikum" pamit jani yang melenggang pergi menggunakan mobilnya.

Taeyong memandang mobil milik jani yang kini kian menjauh. "Waalaikumsalam" ucapnya pelan.

🍭🍭🍭

Yang namanya doyoung sedang menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang ada. Dirinya baru sampai pukul Tujuh pagi yang lalu. Doyoung memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya karna dengan alasan sang ibu yang menyuruhnya.

"AARGHH!"

Baru saja dirinya memejamkan mata sejenak. Pekikan seorang wanita yang berada diluar kamarnya membuat doyoung berlari bak orang kesetanan.

Pintu kamar dibuka secara kasar, menampilkan senja—sang adik yang menangis ketakutan di pojok kamar. Bahkan ibu yang baru saja pulang dari pasar sudah menghampirinya dengan beberapa barang belanjaan ditangannya.

"Kenapa nak?" tanya ibu lembut sambil memeluk senja yang masih terus menangis.

Doyoung berjalan menuju kasur dan menemukan benda canggih berbentuk persegi disana. Dilihatnya ada pesan dari seseorang.

081278xxxxxx

Senja apa kabar nak? Ini bunda.

BRAK!

Handphone senja dibanting secara kasar oleh doyoung. Lagi dan lagi wanita yang sangat dibencinya datang!. Jatung doyoung terpompa dengan cepat, bahkan hatinya terenyuh kala ingatan buruk itu lagi lagi datang menghantui otaknya.

Bahkan disaat seperti ini ibu kandung—bukan doyoung tak pernah mengakui ia sebagai ibunya. Wanita itu datang lagi! Penyebab dari trauma psikis sang adik, senja.

Gadis itu terus menangis membuat Kiranti Mahaputri—ibu tirinya merasa tercubit hatinya. "Nggak pa-pa senja, ibu ada disini" ucapnya lembut.

Tangisan senja berhenti perlahan hatinya mulai menghangat mendengar suara sang ibu. Tangan lentiknya memeluk kiranti kuat. "Jangan tinggalin senja bu..."

Doyoung pergi keluar kamar. Matanya berkilat marah disertai cairan bening yang menggumpal. Melihat adiknya yang akhir-akhir ini kambuh dengan penyakitnya, ia tahu siapa penyebabnya.

Dia Sinta Mahagaluh. Mantan istri pertama dari sang ayah, wanita yang melahirkan ia dan senja ke dunia. Wanita itulah yang telah membuat keluarga kecilnya hancur berantakan.

Tak menampik dirinya sangat benci kepada ibu kandung nya sendiri. Perasaan amarah yang membuncah di dada doyoung membuatnya sangat sesak. Dirinya menangis didalam kamar. Kenangan yang menyakitkan itu terus terputar di otak nya.

"Bunda mau pergi!" ucap sinta dingin memandang doyoung yang menangis sambil menggandeng tangan mungil senja.

"Tapi ayah baru aja pergi tugas bun. Bunda mau kemana? Kami berdua laper" rengek doyoung.

Half Cold ; With Doyoung (√)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang