"Penyesalan memang selalu datang terlambat"
🍭
Sepi dan sendiri.
Zoya merasakan itu. Melihat sebaris pesan yang di kirim oleh johnny setelah tiga puluh dua hari pasca keberangkatan nya.
Aku sdh smpai, jg diri baik-baik syg. Ily 3000
Aha. Lagi. Air mata memupuk di ujung sana. Pesan yang dikirim oleh suami nya terkesan singkat tetapi memiliki makna rindu yang memuncak. Sebaris pesan singkat yang selalu di baca zoya setiap malam seolah sebagai dongeng pengantar tidur.
Menghela nafas pelan, ia tersenyum samar sembari mengelus perut buncit nya. Hari ini rencana nya zoya akan memeriksa kandungan di rumah sakit tempat arissa bekerja. Ditemani oleh mark yang sedang jalan menuju kesini.
Ayah dan ibu mertua yang dilanda pekerjaan mendadak mengharuskan zoya untuk bersabar. Jangan lupakan bahwa gadis itu sebatang kara disini. Seluruh keluarga yang tinggal di negeri seberang membuatnya berkali kali lipat menghela nafas pasrah.
"Mbak zoya!" itu mark. Lelaki berparas setengah bule—merangkap adik sepupu jhonny sedang berlari menuju kesini. "Im so sorry mbak, maaf nunggu lama. Ban mobil bang jhon tadi pecah" seakan memberi penjelasan akibat keterlambatannya mark berbicara dengan cepat.
Senyum zoya sebagai jawabannya. "Nggak pa-pa mark. Mbak juga barusan keluar kelas kok. Kalau begitu ayok berangkat?"
Arissa berdiri di depan lobby rumah sakit. Seperti seorang satpam yang selalu siap membuka pintu UGD untuk para pasien. "Ibu Clarissa sedang menunggu seseorang ya?" tanya salah satu suster di sana.
Anggukan dengan senyuman manis arissa menguar. "Iya sus, mbak ipar saya hari ini mau periksa kandungan"
Lantas senyum suster tadi semakin mengembang. "Istri nya bapak Jhonny?!" bahkan sangat girang nada nya. Arissa menggeleng cepat "Nggak sus, kakak saya lagi dinas di luar. Maka dari itu saya sebagai wali nya disini"
Belum sempat suster itu kembali melemparkan pertanyaan. Orang yang ditunggu sudah datang. Membuat seorang wanita yang berada di samping arissa memerah muka nya sebab bertatap mata dengan Mark. Ada-ada saja! Keluarga dari Dokter Clarissa memang visual semua, batin suster. "Kalau begitu saya permisi bu dokter, bu dan... mas" pamit suster yang di angguki semuanya.
"Kita langsung masuk aja ya mbak? Kebetulan yang jaga hari ini mina—temen ku" jelas arissa kepada zoya. "Kenapa muka kamu mark?" Tanya zoya kala mendapati wajah mark yang bersemu terang.
Yang ditanya menggeleng cepat dengan wajah bersemu. Arissa tahu. Selain maniak dengan buah semangka, mark juga maniak akan nama wanita yang bernama mina. Sebagai bukti, bahkan seluruh wanita yang didekatinya bernama demikian.
"Silahkan berbaring mbak" itu mina, seperti biasa dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, ia berjalan mendekati alat monitor berbentuk tv yang berada di atas kepala zoya. "Gimana rasa nya hari ini mbak? Apa masih mual?" Zoya menggeleng pelan sembari tersenyum. "Udah nggak terlalu mual kok"
"Suami nya bu zoyanita, ada? Sebagai wali, dia harus mengisi formulir ini" suara perawat di depan pintu mengintrupsi. Membuat arissa dan mina saling berpandangan. Raut wajah bumil yang terlihat lesu pun membuat perawat tadi merasa tidak enak.
"Saya wali nya sus, suami mbak saya lagi ada dinas diluar"
🍭🍭🍭
Lebanon 22.51 pm
Jhonny, Doyoung dan Ryan—seorang tentara yang berasal dari Negara USA, berjalan menyusuri gelapnya hutan. Memeriksa keadaan sekitar. Berbekal satu buah senter, ketiga duduk tepat di bawah menara murcusuar tanpa alas berbentuk apapun.
"What's wrong with your face? Is there any problem?" doyoung bertanya dengan pandangan lurus kedepan. Sedang ryan mengangguk pelan sembari menghela nafas pasrah. "My wife gave birth to our first child this morning and i... was not by her side"
Paham bahwa tugas Negara memang tidak bisa ditinggalkan, seluruh prajurit merasakannya. "My wife too, she is pregnant" ungkap jhonny.
"Really? How many months has it been?"
"Three month"
Ketika percakapan tentang istri yang saling mengandung hanya bisa dibicarakan oleh kedua anak buahnya. Doyoung pamit untuk mengangkat sebuah walkie-talkie di ujung sana.
Lagi, malam ini dilanda sepi. Jhonny dan ryan saling memahami tak menanggapi sang kapten yang sedari tadi menahan tangis setelah menerima telfone dari pihak pusat di ujung sana. "Hey capt, what's wrong?"
"Just now—I got word that... my mother had an accident this afternoon"
—
Menyesal memang selalu terjadi di belakangan.
Menyesal memang selalu tidak akan ada habisnya.
Dan menyesal pula tidak akan mengubah suatu kejadian.
Itu yang dirasakan doyoung sekarang. Menangis, di hadapan layar computer. Menampilkan wajah senja beserta keluarga yang sedang berada di rumah sakit. Setelah menerima kabar tentang sinta saat ia sedang berkeliling hutan tadi, doyoung langsung menghampiri kantor pusat.
Kabar bahwa ibu yang sangat amat dibenci nya telah pergi meninggalkan tepat azan magrib berkumandang. Sakit, kecewa dan menyesal adalah perasaan yang menyeruak masuk ke dada. Perih rasanya ketika doyoung berusaha kuat menahan tangis.
Teringat bahwa pesan terakhir yang dikirim Sinta ketika hari keberangkatan sama sekali tidak di balas oleh doyoung. Membuat lelaki itu memukul kepala nya kencang. Menangis memang tidak ada guna. Bahkan panggilan nama ridho yang sedari tadi menguar dari bibir bagas disana tidak di hiraukan.
"Yang kuat ridho..." itu kinanti. Wajah cantik milik ibu tiri nya yang memerah dengan kelopak mata membengkak. Bahkan ia memeluk senja yang sedari tadi melamun dalam diam.
"Dia jahat bu, pergi duluan bahkan sebelum kata maaf dari bibir ridho terucap" Sungguh nelangsa doyoung disana. Menangis dan disaksikan oleh banyak prajurit dari berbagai Negara.
Semangat ridho, anak bunda. Maaf karna hari ini bunda nggak bisa ngantar kamu ke bandara. Doa dan salam hangat selalu menyertaimu nak. Selalu bunda ucapkan kata maaf sebesar-besarnya. Bunda dan adik baru mu akan tunggu kamu disini.
Itu adalah pesan terakhir yang dikirim sinta kepada doyoung. Sengaja tidak membalas sebab baru saja datang sudah memberi tahu pasal adik baru.
"Bohong, bahkan bunda pergi tanpa ada kata pamit sama sekali"
Tbc
Poor for Mas Doyoung, Jhonny dan Ryan😢
See u👋
KAMU SEDANG MEMBACA
Half Cold ; With Doyoung (√)
FanfictionTentang dia, lelaki yang banyak menyimpan kenangan buruk akibat masalalu nya. Ketika perkataan dan perbuatan orang terdekat yang bisa melukai perasaan nya sendiri. Dia doyoung dengan segala perasaan yang ada di hatinya. Mendeklarasikan kata menjadi...
