Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Pertamakalinya

76 12 5
                                        

Keduanya sama-sama tersenyum, memasang wajah terbaik mereka hari ini. Doyoung yang masih memakai baju dinas tentara nya cukup menyita banyak perhatian dari pengunjung mall.

Arissa yang berada disampingnya mendelik dan berjalan cepat sambil menghentakkan kaki meninggalkan doyoung dibelakang. "Mas doy kan, kenapa gak ganti baju dulu sih?!" gerutunya.

Doyoung mengernyit heran lalu berjalan cepat mengikuti langkah arissa didepan. "Kenapa, baju mas bau ya?"

"Bukan bau, tapi liat! Banyak yang liatin mas tuh" tunjuk arissa menggunakan matanya. Doyoung yang menyadari banyak tatapan mata tertuju padanya langsung tertawa pelan.

"Yah jadi gimana dong. Mas takut kamu kelamaan nunggunya tadi...mau balik dulu nggak nih?" tawarnya.

Arissa menggeleng "Nggak usah, kelamaan. Udah terlanjur juga, jadi kayak gini aja" ucap sang teruni lalu mensejajarkan badannya dengan doyoung. "Biar ga ada yang ngelirik lagi".

Sedangkan Doyoung hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. "Mau nonton dulu kan?"

"Iya, jangan lupa beli popcorn ya mas. Yang paketan aja biar murah" bisiknya sambil terkekeh.

Tak menunggu lama untuk antri membeli tiket. Keduanya sudah berada didalam bioskop. Sepi, adalah kata untuk mewakilkan keadaan bioskop sekarang ini. Mungkin memang ini sudah lewat jam malam, jadi tak banyak yang menonton.

Genre film yang pilih cukup menantang, Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2.

Arissa sendiri yang melihat cuplikan filnya sudah bergidik ngeri duluan. "Kenapa? Takut?" tanya doyoung sambil tersenyum jahil.

Arissa menggeleng sambil membenarkan letak kaca matanya. "Siapa yang takut! Mas kali!" ujarnya nyolot.

Belum ada genap sejam menonton ponsel milik Lelaki Bagaskara itu berdenting untuk kesekian kalinya. Dilihatnya notif tersebut tak lama kemudian ada panggilan masuk berdering.

Kapten Danu is calling...

Doyoung meneguk salivanya kuat kuat. Arissa yang menyadari itu menoleh "Kenapa mas?"
"Ada telfon dari kantor pusat" katanya. Gadis itu melotot tajam "Ya di angkat dong mas!" suruhnya.

Setelah keluar dari dalam ruangan bioskop, tangan doyoung segera memencet tombol hijau di gawainya.

"Halo dengan Kapt.Ridhoyoungi disini" ucapnya tegas.

"..."

"Siap laksanakan!"

Raut wajah milik doyoung pudar seketika. Senyum yang tergantikan dengan wajah muram. Ia kembali masuk ke dalam bioskop.

Disana arissa sedang terduduk manis dengan mata yang hampir setengah terpejam tetapi tangan dan mulutnya masih aktif untuk memakan popcorn. Ia terkekeh sebentar.

"Kenapa mas? Ada tugas ya?" tanya arissa yang menyadari perubahan raut wajah sang kekasih.

Doyoung mengangguk lesu "Iya, kita pulang sekarang gak papa ya?" tanyanya ragu-ragu.

Seulas senyum tulus arissa berikan, ia mengangguk. "Iya gak papa, aku juga udah ngantuk kok. Lain kali aja kita nontonnya"

Doyoung turut tersenyum "Makasih. Lain kali kita nonton lagi ya"

///

Pagi-pagi sekali arissa sudah terbangun dari tidurnya pukul dua dini hari tadi. Ia mengecek sang gawai terdapat beberapa pesan didalamnya. Salah satunya dari doyoung.

"Rissa...maaf ya, saya gak bisa nepatin janjinya untuk hari ini. Kamu pasti sudah tahu karna jhonny yang memberitahunya. Malam tadi selepas kita nonton saya dan tim dikirim ke tugas luar kota. Saya janji sehabis pulang dari tugas ini kita jalan-jalan sepuasnya deh"

Half Cold ; With Doyoung (√)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang