"Jelaskan....!!!!"
"Ooeek.....oooeeek......oooeeek...."
Terdengar suara tangisan bayi setelah Devan berteriak pada dua orang yang baru masuk itu.
Della terlihat melotot ke arah suaminya,merasa bersalah Devan bergumam maaf ke Della.
"Cup.cup...Papa ga lagi marah sama kamu Anak manis.." Della segera menenangkan anaknya yang tadi tengah tidur di sampingnya.
"Maafin Papa...Papa ga sengaja berteriak." ucap Devan setelah mendekati anaknya.
"Lagian kenapa sih Mas kamu harus teriak-teriak begitu?!" tanya Della sewot.
"Maaf...."
"Ga usah segitunya juga..Liatlah yang kamu teriaki,mereka ayem-ayem saja.Ga emosi kayak kamu....!" Della masih lanjut mengomeli suaminya.
Devan menoleh ke arah adiknya yang masih diam di dekat pintu,mata Devan melihat tautan tangan sepasang kekasih itu.Dan memang benar apa yang di katakan istrinya,keduanya tampak baik-baik saja.
"Iya maaf..." Devan kembali berucap maaf dengan menatap istrinya,yang sedang menyusui bayinya.
"Tanya baik-baik sama mereka,tidak usah teriak begitu.Toh mereka berdua bisa di ajak bicara baik-baik kan?" Della bicara dengan tenang.
"Iya Sayank...maaf ya... " ucap Devan manja.
Sheril yang sudah duduk di sofa tersenyum geli melihat tingkah Kakaknya.
"Ga usah senyum-senyum Dek...Urusan kita belum selesai ya...." Sheril langsung mengulum senyumnya begitu mendengar ucapan Devan.
"Iya Mas ...." jawab Sheril pelan
"Tau aja dia...."gumam Sheril yang membuat Kalvin menutup mulutnya menahan tawanya.
"Jadi?bagaimana kalian menjelaskan ini semua?" tanya Devan begitu duduk di depan sepasang kekasih itu.
Namun,belum juga mendapat jawaban.Hape Kalvin bergetar tanda ada telpon.
"Maaf...." ucap Kalvin pada Devan dan segera menjawab telpon.
"Iya Ma....."
"..........."
Entah apa yang di katakan Mama Kalvin hingga Kalvin menjauhkan hape dari telinganya,tersenyum canggung ke Sheril dan Devan.
"Ga usah teriak begitu Ma....Kalvin bisa jelaskan semuanya."
"......"
"Semua yang Mama lihat di media itu semua tidak benar.Hanya saja Kalvin memang belum mengambil langkah apapun,jadi wanita itu masih merasa di atas angin."
"........"
"Iya Kalvin tau....Kalvin akan urus sendiri,hanya saja menunggu waktu yang tepat."
"......"
"Iya...iya...ga lama..Kalvin janji minggu depan semua sudah selesai."
"......"
"Sheril?sudah Kalvin jelaskan semuanya."
"......"
"Ga koq...Ya sudah nanti Kalvin telpon lagi.Sekarang Kalvin lagi di Bali.Istri Kak Devan sudah melahirkan.."
"......"
"Cewek....iya Kalvin pasti sampaikan sama Kak Devan dan istrinya.Baiklah....Kalvin tutup telponnya ya...."
"......."
Kalvin menyudahi telponnya segera setelah ibunya mengucapkan salam.Dan menghadap Devan,ingin menjelaskan semua apa yang di liat Devan di televisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Sorry (END)
RandomKesalahan yang di lakukan di masa lalu,membuat Kalvin menjadi manusia tanpa rasa sekarang.Dia berubah menjadi pria dingin,itu dia lakukan hanya untuk menutupi kerapuhan hatinya...Karna kebaikan Tuhan,setelah bertaun-taun Kalvin bertemu kembali deng...
