Jungkook dan keluarganya masih berada dalam pesawat, karena perjalanan menuju ke Korea membutuhkan waktu yang lama. Jungkook dan Taehyung berada dalam kamar yang ada dalam pesawat itu. Jungkook sudah bangun sejak 30 menit yang lalu, tapi dia tidak beranjak sama sekali dari tempat tidur karena dia ingin memandangi ciptaan Tuhan yang paling cantik dan indah yang sedang bergelung manja dalam dekapannya.
Dia merasa sangat beruntung bertemu dengan Taehyung. Karena berkat adanya Taehyung, hidupnya lebih bewarna dan indah. Taehyung adalah dunianya dan juga kelemahannya bagi siapapun yang ingin menghancurkannya.
"Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik sayang. Karena kelalaianku, kita menjadi kehilangan calon anak kita. Akanku pastikan mereka mati dan kita akan hidup dengan tenang. Aku sangat mencintaimu Jeon Taehyung."
Taehyung mendengar semua yang diucapkan Jungkook. Dia sudah bangun sejak tadi, tapi dia malas untuk membuka mata karena dekapan Jungkook sangat nyaman dan hangat. Dia merasa beruntung mendapatkan calon suami yang sangat mencintainya.
"Ini bukan salahmu daddy. Maaf kalau besok aku harus bertindak lebih dulu untuk membunuh pamanku. Karena tanganku sudah gatal untuk membunuhnya. Sudah cukup 10 tahun dia hidup dengan mewah dan tenang. Aku ingin mengambil semua hak yang seharusnya menjadi milikku" Batin Taehyung.
Taehyung mulai membuka matanya secara perlahan saat merasa ada benda kenyal menempel di bibirnya lalu setelah itu ada lumatan2 kecil pada bibirnya. Hal pertama yang dia lihat adalah mata Jungkook yang juga menatapnya dengan bibirnya yang terus dilumat.
Jungkook melepas ciumannya sebentar setelah itu mencium panas bibir Taehyung. Mereka saling membelit lidah dan bertukar saliva. Bagian bawah mereka saling bergesekan walau masih tertutup dengan celana dan Jungkook menggeram dalam pagutannya karena celananya mulai sesak.
Jungkook melepas ciumannya saat Taehyung memukul pundaknya karena kehabisan nafas.
"Baby...aku menginginkanmu bolehkah?" Dengan suara serak dan nafas yang memburu karena menahan hormonnya sedang naik.
Taehyung membelai sensual rahang Jungkook dan dia mendekatkan bibirnya di telinga Jungkook.
"Hancurkan lubangku, isi rahimku dengan benihmu dan buat aku mendesah namamu daddyhhh." Bisik Taehyung dengan sedikit desahan dan mengigit kecil telinga Jungkook.
"Ssss....jangan salahkan aku kalau kamu tidak bisa jalan sayang." Jungkook menyeringai dan tatapannya menggelap.
Chup...
Tanpa membuang waktu lagi, Jungkook mencium ganas bibir Taehyung. Setelah itu hanya terdengar suara desahan2 dan geraman saling bersautan dari kamar itu untuk mengejar kenikmatan satu sama lain. Mari kita tinggalkan pasangan Kooktae.
Di luar kamar yaitu di bagian tempat duduk dalam pesawat, Sehun sedang berdiskusi dengan Luhan, Mark, Hanbin dan Mina.
"Hanbin.... Mina.. pasti Jungkook sudah memberitahu kalian tentang siapa yang membunuh kedua orangtua kalian. Walau umur kedua orangtua kalian hampir sama denganku, tapi appa kalian adalah teman baik Jungkook. Hanbin.... pasti kau juga sudah tau appa kandungmu yang telah membunuh mereka. Aku ingin bertanya sekali lagi, apa kau benar2 ingin balas dendam dan kau mau menghadapi appamu sendiri?"
"Aku bersumpah dengan darahku, aku akan membalas kematian kedua orangtua kami walau yang ku hadapi adalah appaku sendiri."
"Aku pegang janji kalian. Tapi kalau kalian mengikari janji yang telah kalian buat, jangan harap kalian akan selamat dari tangan kami. Karena di Black Red Dragon, tidak memandang status baik itu keluarga atau teman dan kami tidak segan2 untuk membunuh orang2 yang berkhianat kepada kami."
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Boy (END) Kookv//Kooktae
AcakKim Taehyung anak yatim piatu karena orang tua mengalami kecelekaan. Dia diusir dari rumahnya oleh pamannya sendiri. Jeon Jungkook seorang pengusaha sukses sekaligus ketua mafia. Jatuh cinta kepada orang yang ditolongnya. Kookv Namjin Minyoon Seokmi...
