⚠️ pembunuhan, darah
.
.
Dor....dor...
Suara tembakan membuat Taehyung dan Tuan Shin terlonjak bahkan Tuan Shin belum menyelesaikan ucapannya. Taehyung segera mengeluarkan pistolnya yang ia letakkan di balik baju yang ia kenakan dan Tuan Shin juga tak mau kalah, dia juga mengeluarkan semua senjatanya dari tas yang selalu ia bawa kemana-mana.
"Tae kenapa ada suara tembakan, sebenarnya apa yang terjadi?"
"Karena ada musuh Kookie hyung yang ingin menyerah saat pesta berlangsung."
Taehyung mengotak atik ponsel pintarnya untuk melihat situasi di luar. Ternyata benar Jongin langsung menyerang bahkan dia bisa melihat kalau Jungkook sedang bertarung dengan Jongin begitu juga yang lain. Sedangkan para tamu berhamburan untuk pergi dari tempat ini.
Bagaimana Taehyung bisa melihat keadaan diluar, padahal itu halaman luas atau sebuah taman yang disewa untuk pesta. Kalian pasti ingatkan Taehyung yang meminta izin untuk berkeliling saat mereka melihat persiapan pesta dan saat itulah Taehyung menyuruh anak buahnya memasang CCTV secara tersembunyi di berbagai sudut. Taehyung menekan tulisan oke dan alat komunikasi mereka semua terhubung.
"Halo disini Taehyung. Dengarkan intruksi dariku dengan baik walau kalian sedang bertarung. Kalian cepat keluarkan bolpoin yang Tae bagikan kepada kalian semua. Dengan bolpoin itu kalian bisa menikam lawan karena bolpoin itu berisikan racun yang akan bisa melumpuhkan lawan kalian."
Semua yang mendengar ucapan Taehyung tanpa membuang waktu mengambil bolpoin yang mereka bawa masing-masing.
"Hanbin hyung dan Mina nuna keluarlah. Berpura-puralah kalian kabur dari penjagaan Jungkook hyung dan kalian basmi anak buah Jongin secara sembunyi-sembunyi seperti yang ku ajarkan waktu itu."
"Oke Tae." Hanbin dan Mina bersamaan.
"Sepertinya kita harus ikut bertarung paman."
"Ya kamu benar. Sudah lama juga aku tidak menggunakan senjata-senjata kesayanganku."
"Tae tau kalau paman pasti tidak akan berubah. Ya walau paman sudah tidak muda lagi."
"Jangan meremehkanku. Walau umurku berkepala 5, kekuatan dan kemampuanku tidak berkurang sama sekali. Karena aku Shin Sung Rok yang biasa disebut mesin pembunuh di kelompok kita."
"Tae percaya itu paman."
Taehyung dan Tuan Shin keluar dari ruangan itu. Mereka mulai menghabisi musuh-musuhnya. Tuan Shin sudah di beritahu oleh Taehyung yang mana anak buah Jungkook.
Jleb...jleb....
Tuan Shin melempar 2 pisau langsung mengenai leher 2 musuhnya. Begitu juga Taehyung menusuk musuh tepat di leher dan menembak tepat di jantung atau di kepala musuhnya. Jungkook dan Jongin masih bertarung satu lawan satu.
"Menyerah saja Jongin, kau bukan lawanku sama sekali."
"Brengsek, kau akan mati di tanganku dan kekasihmu itu akan menjadi milikku beserta kekuasaanmu."
"Kita lihat siapa yang akan mati aku atau kau." Jungkook menyeringai ke arah Jongin dan membuat sang empu murka.
Bugh...bugh....
Jongin menyerang Jungkook terlebih dulu, tapi semuanya dapat di tangkis dan Jungkook menghajar balik Jongin tanpa memberi kesempatan.
Taehyung terus memberi instruksi sambil membunuh musuhnya. Taehyung naik ke atap gedung yang hanya berlantai 4 itu. Taehyung mengeluarkan ponselnya karena dia ingin melihat keadaan dari pertarungan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Boy (END) Kookv//Kooktae
RandomKim Taehyung anak yatim piatu karena orang tua mengalami kecelekaan. Dia diusir dari rumahnya oleh pamannya sendiri. Jeon Jungkook seorang pengusaha sukses sekaligus ketua mafia. Jatuh cinta kepada orang yang ditolongnya. Kookv Namjin Minyoon Seokmi...
