Sehun dan Luhan sekarang sedang di dalam kamar rawat Taehyung. Tadi Taehyung sempat menangis lagi saat Sehun dan Luhan baru sampai. Sehun dan Jungkook duduk di sofa sedangkan Luhan sedang menyuapi Taehyung dengan apel yang baru saja dia kupas.
"Apa kamu sudah tau siapa yang menyuruh untuk menyerangmu Kook?"
"Musuh besarku appa. Kemarin saat aku berkelahi dengan mereka, aku tidak sengaja melihat tatto yang sangat aku kenal berada di salah satu lengan yang menyerangku. Dan tatto itu lambang dari musuh besarku"
"Sekarang kamu punya rencana apa untuk melawannya?"
"Sebenarnya aku sudah memiliki rencana, tapi aku ingin membuat rencana baru karena aku ingin segera menghabisinya. Dia telah membuatku kehilangan calon anakku." Dengan sorot tajam, rahang mengeras dan tangan terkepal erat.
Mata Taehyung berkaca2 saat mengingat calon anaknya yang keguguran. Luhan langsung memeluk Taehyung saat melihat calon menantunya menangis. Luhan juga ikut menangis karena dia juga merasa kehilangan calon cucunya.
Luhan menghapus air matanya dan melihat kearah suami dan anaknya yang juga ikut menangis.
"Jungkook.... eomma ingin dia mati dengan cara mengenaskan. Jangan buat dia mati dengan cara mudah. Siksa dia sebelum mati."
"Eomma tenang saja, Aku juga tidak akan membiarkan dia mati dengan mudah eomma. Setelah apa yang dia lakukan, membuatku dan Taetae kehilangan calon anak kami."
Luhan merasakan deru nafas teratur milik Taehyung dan ternyata sang empu tertidur. Luhan membaringkan tubuh Taehyung dengan hati2. Luhan menyelimuti Taehyung dan mengecup dahinya. Luhan ikut duduk di sofa.
"Appa dengar, kamu menangkap keponakan Kim Jongin?"
"Benar appa, aku sempat terkejut saat Taetae bilang kalau mereka adalah keponakan Kim Jongin. Tapi yang ku tau keluarganya sudah mati, itu pun Jongin yang membunuhnya karena berkhianat kepadanya."
"Benarkah, lalu mereka anak siapa?"
"Taetae bilang mereka anak dari saudara perempuan Kim Jongin. Mereka tidak tau kalau yang membunuh kedua orangtua mereka berdua adalah pamannya sendiri. Karena saat itu mereka sekolah di luar negeri. Jongin bilang kepada mereka berdua kalau aku yang membunuh kedua orangtua mereka."
"Tapi kenapa mereka marganya berbeda?"
"Kalau soal itu aku masih menyelidikinya appa."
"Kamu bisa membuat mereka menjadi senjatamu Kook. Katakan saja kalau yang membunuh kedua orangtua mereka yaitu pamannya sendiri Kim Jongin."
"Aku juga berpikiran seperti itu. Kalau begitu aku akan mencari bukti tentang pembunuhan yang dilakukan Jongin kepada keluarganya."
"Kalau begitu appa dan eomma pulang dulu. Besok pagi kami akan kesini."
"Baiklah appa. Hati2 dijalan dan tolong hubungi Namjoon hyung tentang masalah ini."
"Oke...nanti appa akan menghubunginya."
Sehun dan Luhan keluar dari kamar rawat Taehyung. Sedangkan Jungkook masih duduk di sofa, tapi matanya terus memandang Taehyung yang sedang tidur karena kelelahan menangis.
"Aku janji baby. Aku tidak akan membiarkan dia mati dengan mudah. Aku ingin dia mati dengan sadis."
Jungkook berjalan kearah Taehyung lalu mengecup kening Taehyung dengan sayang. Jungkook merebahkan tubuhnya disamping Taehyung lalu ikut memejamkan mata untuk tidur sambil memeluk Taehyung.
Di mansion Jeon yang ada di Seoul, Yoongi, Seokjin dan Minki menangis saat mendengar kabar dari Sehun kalau Taehyung kehilangan calon anaknya.
"Hiks....hiks...pasti Taetae hiks....hiks sangat terpukul. Aku ingin sekali pergi ke London saat ini juga kalau appa tidak melarang kita pergi kesana hiks...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Boy (END) Kookv//Kooktae
De TodoKim Taehyung anak yatim piatu karena orang tua mengalami kecelekaan. Dia diusir dari rumahnya oleh pamannya sendiri. Jeon Jungkook seorang pengusaha sukses sekaligus ketua mafia. Jatuh cinta kepada orang yang ditolongnya. Kookv Namjin Minyoon Seokmi...
